Tipisnya Perbedaan Kyai dan Dukun, Berhati-hatilah

dosa syirik, jebakan syirik, kyai syirik, amalan kyai, solusi hidup, pertolongan Allah, cara berdoa, berdoa yang benar, bahaya sihir, bahaya santet, ritual aneh, ritual pertolongan, ritual setan

Jul 30

Pengalaman pergi ke orang pintar untuk minta bantuan sering saya lakukan. Apalagi saat kejadian ayah saya kena santet sekitar tahun 93-an. Saat itu sudah puluhan dukun, dukun setengah kyai, kyai setengah dukun, atau kyai beneran yang saya datangi.

Bahkan di tahun 2000an, saya masih beberapa kali pergi ke seorang kyai beneran untuk mengatasi masalah bisnis. Tapi saya sering kecewa karena kebanyakan orang yang disebut ulama/kyai ternyata memberikan solusi yang tidak jauh beda dengan…dukun. Saat pulang saya diberi kembang untuk ditaburkan di tempat usaha, ada yang memberi rajah untuk dipasang di pintu tempat usaha, bahkan ada yang memberi benda-benda bertuah.

Pernah juga suatu ketika di tahun 2000-an, agar usaha saya bisa berjalan lancar, seorang ulama yang saya datangi menganjurkan saya mengadakan ritual yang aneh. Saya harus menyelenggarakan selamatan dengan ayam jantan berwarna hitam dan beberapa syarat lain yang tidak ada tuntunannya dalam Al Qur’an.

Untunglah saat itu saya punya teman kos seorang yang pintar keilmuan agamanya. Saya sering mendapatkan nasehat dari dia, termasuk RESIKO YANG HARUS SAYA HADAPI jika meneruskan kebiasaan saya melakukan ritual dari kyai nggak bener seperti itu. Saya bisa terjebak dalam dosa syirik, sebuah dosa terbesar yang TAK TERMAAFKAN…..Seperti yang tertulis dibawah ini:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Ayat 48 Surat An-Nisa’)

Itulah awal mula terbukanya hati saya akan arti kebenaran dalam hidup. Akhirnya, karena alasan itulah saya tidak pernah lagi pergi ke kyai atau ulama untuk sekedar minta solusi permasalahan. Apalagi kyai atau ulama setengah dukun. Saya lebih memilih minta bantuan pada Allah SWT, pencipta sekaligus pemilik dan raja alam raya ini. Cara minta bantuan juga nggak ribet, tinggal berdoa saja dan nggak usah pake amplop… :)

Pesan yang ingin saya sampaikan lewat artikel ini; MINTALAH PERTOLONGAN HANYA PADA ALLAH SWT, jangan sekali-kali menjadikan kyai/dukun sebagai sumber solusi masalah hidup anda. Ingatlah dosa besar yang akan mengancam anda….!

Semoga artikel ini bermanfaat, perlu saya tekankan; TIDAK SEMUA KYAI/ULAMA seperti yang saya ceritakan di atas. Anda bisa ke kyai/ulama untuk minta nasehat dan amalan yang sesuai dengan Al Qur’an dan Hadist. Jika amalan yang diberikan tidak sesuai dengan Al Qur’an dan Hadist, mending langsung ditinggalkan saja, demi keamanan kita di akherat nanti.


Google BookmarksYahoo BookmarksShare/Save

Tags: , , , , , , , , , , , ,


Artikel ini ditulis secara eksklusif oleh Eko Yulianto. Hanya untuk kepentingan NON KOMERSIAL, Anda bebas memakai sebagian atau seluruh isi artikel ini dengan mencantumkan nama Eko Yulianto sebagai penulis dan URL/link asli artikelnya.
Silahkan gunakan PETA SITUS untuk melihat arsip artikel lebih lengkap. Terimakasih.


21 Responses to “Tipisnya Perbedaan Kyai dan Dukun, Berhati-hatilah”

  1. Yossi Says:

    Nice artikel mas Eko. Saya juga setuju dengan pendapat anda. Mintalah kepada Allah SWT DIRECTLY, dengan sesungguh2nya doa dan kita jg harus perbaiki sikap dan menghindari dosa agar doa terkabul. Amiin.

  2. shiva Says:

    Artikel yang bagus mas, selama masalah tersebut masih dapat kita selesaikan sendiri, selama itu pula kita dapat langsung meminta pada sang Maha Pengabul Doa. Berdoa sendiri selain perintah langsung dari Allah Swt, itu pun cara untuk kita merenungi segala nikmat yang sering kita kufurkan selama ini.
    Wallahualam..

  3. faiz Says:

    artikel yang cukup bagus mas, Saya j setuju dengan pendapat anda. Mintalah kepada Allah SWT dengan sesungguh2nya sambil sentiasa menghindari dosa dan maksiat, mau menyisiihkan harta halal dengan ikhlas untuk kaum lemah tak mampu dengan terang terangan atau sembunyi sembunyi insya allah doa kita terkabul. Amiin.

  4. fika Says:

    artikel yg sangat mencerdaskan, 10 jempoLLL untuk mas eko:)

  5. USTADZ LUTFI Says:

    Kalau kita punya mslh, kita perbanyak amal ibadah dan amal kebajikan.

  6. andismile Says:

    btul skali mas kita terkadang sukar membedakan antara sirik dan minta solusi pada pa kyai.

  7. aangyuki Says:

    Tingkatan manusia itu berbeda-beda kita orang yang awam mungkin masihlah syariat hal seperti itu bukan syirik tapi hanya tata cara yang dikombinasikan dengan budaya jawa seperti jaman wali songo.Sekarang di al quran membaca yaa latif 16641 x nggak ada tapi hal itu ada setelah salah satu ulama menuliskannya dalam sebuah kitab padahal hakekatnya kalo kita berdzikir mengapa harus dihitung kalo menurut saya ambilah yang baik-baiknya saja dan buanglah yang buruknya

  8. omar Says:

    masalah kita pake rajah, zimat dll apakah itu syirik atau tdk?ini yg harus kita perjelas terlebih dahulu sebelum anda memaparkat ayat2 hukuman bg orang syirik, apakah kalo anda minum obat anda anggap syirik?kalo anda bersepeda dengan helm standar agar selamat kepala anda andda anggap syirik?bukankah itu juga meyakini kekautan yang ada pada helm dan obat?apa bedanya dengan kekauatan azimat?

  9. Eko Yulianto Says:

    rajah, zimat, dan benda2 pusaka…jelas beda dong konteksnya pak dengan menjaga keselamatan kepala pake helm atau minum obat biar sakitnya sembuh. Silahkan anda pahami dulu konteks ini… :)

  10. Andrey Says:

    Azimat dsb., dkk., dll., semuanya adalah benda yang mengarah ke musrik.
    tidak jelas sebab(sebabnya ia berkhasiat karena ritual yang tidak jelas kemana arahnya/ siapa yang dituju apakah Allah apakah jin ataukah iblis) , tidak jelas khasiat(gaib,) dan tidak jelas bentuknya.
    Sedangkan kalau Obat jelas sebab(sebabnya ia berkhasiat karena kandungan kimia/ campuran bahan bahannya) jelas khasiat(jelas kandungannya di cerna tubuh dan diserap hingga menghasilkan suatu kondisi yang meringankan penyakit) dan jelas bentuknya.

    Kalau helm lebih jelas lagi, coba aja anda ga pake helm di pukul pake martil vs pake helm dipukul pake martil. Kan maknyos !!!

  11. nindia Says:

    Ia pak, tp kadang sy suka minta tlg sm adik perempuan sy. Biasana dia dpt solusi lewat mimpi. Solusina, sy d suruh rajin2 bc surat ttnt dr quran.
    Ex; masalah rmh tg, sy d suru bc al imran n qs yusuf. Alhamdulillah jd dpt jalan.
    Tp skr dia g mw lg, dia bil sy d suru rajin zikiran n shlt malam, supaya kbuka sdr. Jd bs dpt solusi lewat mimpi2 sy sdr.alhamdulillah, Allah SWT MAHA PENYAYANG DAN PEMBERI PETUNJUK.

  12. hamba Says:

    dr ceramah ramadhan:
    Pernah suatu ketika nabi Musa a.s. sakit gigi, hingga tak tertahankan lg. diapun mengadu kepada ALLAH agar disembuhkan sakitnya, dan ALLAH pun menyuruhnya mengobati dgn daun (?), kontan sembuh. hingga selang bbrapa lama. nabi Musa a.s sakit gigi lg. dan brgegas mengambil daun itu lg, namun gk smbuh2.. diapun bertanya kpd ALLAH, Lalu ALLAH brkata kepadanya “dulu kamu meminta kepadaKU, maka AKU sembuhkan, sdg yg tadi km berharap pd daun dan bukan kepadaku..

    jd yg menentukan syirik atau tidaknx adalah apa yg terdapat didalam hatimu.. jika ada melihat sesuatu yg anda tdk mengerti, jangan menghakimi, tp tanyakanlah. dan dia akan menjelaskan kepadamu alasannya..

  13. aji Says:

    Hukum meminta bantuan kepada orang pintar (kyai) atau siapapun istilahnya, maka yang harus kita sadari adalah bahwa semuanya itu bersumber pada Allah. Maka kalau pijakannya kepada Allah, kaifiyah (cara dia menolong) tentu dengan cara yang dibenarkan syariat. Sama saja sebenarnya ketika kita berobat ke dokter, itu artinya kita minta pertolongan kepada Allah melalui dokter tersebut. Maka niat dan keyakinan berperan penting dalam mempercayai bila kita minta pertolongan atau doa kepada kyai.

    Kurang bijaksana bila Anda tidak percaya pada pengobatan atau pertolongan dengan media ayat2 AlQur’an. KArena hal itu dikenal dengan istilah (muallij atau ruqyah) pada masa nabi SAW yang pernah dilakukan oleh para shahabat atau nabi tidak melarang.

    Mengenai media boleh dengan air atau garam atau tanah/debu. Ingat kisah ketika Rasul SAW akan berangkat hijrah dikepung oleh orang kafir. Maka beliau menaburkan pasir sambil berdoa. Nah, garam itu adalah analog dari pasir. Jadi, mengenai media tidak perlu dipermasalahkan tergantung caranya dan bagaimana track record orang itu. Beriman dan bertaqwa adalah modal utama.

    Wassalamualaikum WR WB
    Diasuh oleh :
    Drs. H. M. Roziqi, MM, MBA Direktur Imaroh/Ijtimaiyyah

  14. Danoe Says:

    Betooolllll….setujuuuuu……

  15. Suparjo Says:

    ikutan koment ah.., saya dulu sering pergi ke dukun tiap punya masalah, karna sering dengar pengajian, kalau mendatangi dukun itu ga boleh, alhamdulillah sekarang sudah jarang, tp sekarang saya kenal kiyai/ulama jawa yg punya kemampuan seperti dukun, tp Ia sering memberi nasehat dan yg di nasehatkan selalu ada dlm alqur’an, tp pakaian nya biasa(celana pendek sama kaos sporot/daleman) alias tdk pakai jubah dan lain sebagai nya, Ia juga berkata kalau sekarang banyak dukun yg mengaku kiyai, (berpakaian ala kiyai) jadi berhati-hatilah, dan saya di kasih bocoran perbedaan dukun sama sesepuh-pini sepuh(sesepuh-pini sepuh punya kemampuan seperti dukun tapi kalau ada yg minta pertolongan Ia selalu menasihati dan mencari jalan keluar yg tepat, bedanya sama dukun ialah dukun sering nya malah membuat masalah menjadi besar/malah di takut-takuti dan akhir nya di kasih suatu jimat yg di taruh di atas kemenyan dll justru membuat gusar pasien tp seakan-akan ga usah takut karna ada dia). dan saya juga di kasih tau kalau bedanya kiyai sama dukun(ilmu wali Allah vs ilmu wali setan) semua ilmu sebenar nya ilmu putih, karna di salah gunakan maka di sebut ilmu hitam,
    dan beda nya kiyai sama dukun ialah : kalau kiyai, mencari ilmu tujuan nya selalu Allah, walaupun di bisikin setan untuk di bantu segala keinginan nya bisa terwujud, tetap ga mau. kalau dukun mencari ilmu tadi nya tujuan nya Allah, tp blm sampai tujuan di bisikin setan/jin kalau mau bakal di bantu jin(mau apa saja bisa, kata jin) dan ia mau, inilah yg di namakan dukun(sdh jadi dukun dgn bantuan jin)
    ibarat menanam padi, rumput ikut tumbuh, tp menanam rumput padi ga ikut tumbuh.

  16. Suparjo Says:

    NB. kita hidup kata nya harus punya pembimbing/seorang guru yang punya sanad,
    apakah ini benar atau salah coba pada komenta,
    sanad ialah ilmu yg di turunkan Nabi Muhammad SAW kepada murid nya, murid nya menurunkan lg kepada murid nya lg, sampai seterus nya dan ga boleh terputus.

  17. Yusuf Says:

    yang bisa memberi kemanfaatan atau kemadlorotan itu cuma Allah,dan percaya bahwa mahluk mempunyai kekuatan di luar kekuasaan Alloh = percaya ada kekuatan selain dari Alloh ( termasuk obat-obatan,azimat / smua mahluq ) dan itukah yg di sebut syirik

  18. arif setya budi Says:

    Iyakanakbudu wa Iyakanastain

  19. vendra Says:

    kalau yg ada hubungan nya dg jin biasa nya syirik, krn jin suka menyesatkan manusia.

  20. toni Says:

    Sy pertama blm pernah memakai atau menyimpan amalan apapun baik utk pekerjaan,kehidupanprlindungan dll.kl kata orang “polosan” ,sy sdr pasrah.pihak keluarga yg ada hub dengan kyai menyarankan sy ke kyai beliau,maka dr itu oleh keluarga disarankan ke kyai mohon dibantu “untuk pekerjaan”sampai skrg sy simpan.sy pun diberi amalan yg dbks kain dan disimpan dlm dompet.dr ceramah agama pun diulas ttg amalan yg isinya ayat2 AlQuran tp ditempatkan di dompet yg notabene dompet diletakkan di(maaf) bagian pantat.kan sama saja melecehkan AlQuran.akhirnya sy ganti dompet “polosan” lg.dan vaiknya amalab yg udah diberikan ke saya sblmnya itu baiknya dibakar atau dibuang ke sungai? Bgmn saran dan sekaligus opini kawan2 ttg cerita dan pertannyaan saya,mohon pencerahan sehub sy adalah mualaf.

  21. Eko Yulianto Says:

    Sekecil apapun itu tindakan syirik, tetap mengundang kemarahan Allah. Berhati-hatilah…..
    Mending langsung minta langsung aja pada ALlah, nggak usah pake perantara segala :)

Leave a Reply