Bisa Naik Haji Hanya Bermodal Niat yang Kuat

Wajib hukumnya bagi saya tiap kali bertemu dengan orang sukses selalu bertanya mengapa dia bisa sukses seperti itu. Kebetulan pekerjaan saya selalu punya kesempatan untuk bertemu langsung dengan orang-orang sukses dibidang bisnis. Membahas masalah niat, saya teringat apa yang dikatakan seorang klien saya beberapa waktu yang lalu. Kehidupan dia kini cukup berada. Pekerjaan dan bisnis sampingan yang dia jalankan terbilang sangat gemilang. Penghasilan dari bisnis sampingan dia bisa mencapai lebih dari 5 kali lipat gaji dia sekarang.

Dia mengakui kesuksesannya selama ini sebenarnya diawali pada niat. Semua berawal saat dia menghadiri sebuah pengajian beberapa tahun yang lalu. Dalam pengajian itu, sang ustad mengungkapkan bahwa Allah pasti akan memberi jalan jika kita mempunyai niat yang kuat. Tapi niat yang kuat saja tidak cukup, harus ada aksi yang jelas.

Apa yang diungkapkan sang ustad ini langsung dipraktekkan keesokan harinya. Keinginan dia yang belum terlaksana waktu itu adalah naik haji. Maklum, dengan gaji dia yang pas-pasan saat itu, naik haji memang agak jauh dari kenyataan. Tapi dia berkeyakinan jika mempunyai niat yang kuat disertai aksi yang jelas pasti Allah akan memberi jalan. Aksi pertama yang dia lakukan adalah membuka tabungan haji di sebuah bank.

Ada semacam keajaiban setelah dia membuka rekening tabungan haji di bank tersebut. Rejeki sepertinya tidak henti-hentinya datang, sampai tak terasa dalam waktu beberapa bulan saja tabungan dia cukup untuk pergi haji bersama istrinya. Bukan hanya itu, rejeki yang tak kunjung berhenti terus berlanjut setelah dia naik haji. Dia mendapat jabatan bagus di kantornya dan bisnis sampingan yang dia jalankan juga terus berkembang pesat sampai kini. Saat ini dia sudah 2 kali naik haji bersama istrinya.

Setelah saya tanya mengapa kok rejeki dia bisa terus berlimpah seperti itu ternyata jawabannya ada pada sedekah. Setiap kali dia mendapat gaji dan keuntungan bersih dari bisnis sampingan, langsung dia potong 2,5% tiap bulannya untuk disedekahkan. Dia tetap berkomitmen bahwa 2,5% dari penghasilan bersih tiap bulan tersebut bukanlah hak dia, jadi harus disedekahkan. Dia juga sangat yakin 2,5% dari penghasilan yang dia sedekahkan itu akan sangat berarti saat dia di akherat nanti, karena Allah sudah jelas-jelas menjanjikan pahala yang berlimpah bagi siapa saja yang gemar sedekah.

Ternyata rejeki berlimpah yang diterima klien saya selama ini berawal dari niat yang kuat, aksi yang jelas untuk mewujudkan niat tersebut, dan kegemaran bersedekah. Semoga kisah klien saya di atas bisa bermanfaat bagi kita semua.

Sukses untuk anda…..

Page 1 of 11