Berbisnis dengan Cara yang Benar

Saat putraku sakit dan opmane di rumah sakit beberapa minggu yang lalu, ada sebuah kejadian yang membuat saya terharu. Kejadian itu adalah sebuah kejadian saat seorang teman memberikan sejumlah uang pada saya. Bukan masalah besar kecilnya uang yang diberikan, akan tetapi yang membuat saya terharu adalah DARI MANA DIA MENDAPATKAN UANG ITU. Uang yang didapatkan berasal dari FEE PENJUALAN RUMAH yang dia dapatkan.

Tahukah anda? Beberapa bulan yang lalu dia adalah seorang yang pesimis dengan pekerjaan sebagai BROKER PROPERTI. Saya masih ingat betul pernyataan dia kepada saya, bahwa dia TIDAK BAKAT SEBAGAI MAKELAR RUMAH/TANAH.

(more…)

Nikmatnya Menjadi Broker Properti

Saat jalan-jalan tadi pagi saya bertemu seorang teman yang sudah beberapa bulan tidak bertemu. Ada perubahan mencolok pada diri teman saya saat bertemu tadi. Perubahan itu ada pada kendaraan yang dia kendarai. Jika dulu dia selalu mengendarai sepeda motor, kini dia mengendarai sebuah mobil yang masih baru. Setelah ngobrol beberapa saat, akhirnya saya tahu bahwa dia bisa membeli mobil baru itu dari bisnis barunya. Sebuah bisnis menjadi seorang broker properti.

(more…)

Menjadi Broker Properti

Kisah ini saya dengar beberapa tahun lalu di sebuah siaran radio saat saya melakukan perjalanan ke Surabaya. Kebetulan acara di radio itu mengulas tentang bisnis sampingan yang bisa dilakukan oleh para ibu rumah tangga.

Saat itu ada juga sesi tanya jawab atau bertukar fikiran dengan nara sumber. Ada beberapa penelepon yang memanfaatkan sesi itu, tapi hanya satu penelepon yang menarik perhatian saya. Penelepon itu adalah seorang ibu yang telah ditinggal mati oleh suaminya. Bahkan kepergian suaminya meninggalkan banyak hutang karena bisnis yang dijalankan semasa hidupnya. Untuk melunasi hutang sang suami, dia menjual rumah dan harta berharga lainnya. Dia dan anak-anaknya akhirnya mengontrak rumah sangat sederhana tanpa pekerjaan dan uang yang cukup.

(more…)

Rahasia Sukses Seorang Broker Properti

Besok malam adalah 100 hari meninggalnya tetangga saya. Peringatan 100 hari ini kembali mengingatkan saya akan sepak terjang dia semasa hidupnya. Dia adalah seorang broker properti yang cukup sukses.

Dalam menjalankan bisnisnya dia tidak berada dalam wadah perusahaan, tetapi dia bergerak sendiri. Orang sering menyebutnya makelar tanah/ rumah. Semasa hidupnya dia memanfaatkan rumahnya juga sebagai kantor, karena di depan rumahnya bertuliskan “Bursa Properti” kemudian bagian bawahnya ada tulisan “Jual, Beli, Sewa”. Tapi setelah dia meninggal rupanya tulisan itu dilepas oleh istrinya.

Yang menarik bagi saya, saat dia meninggal tampak para pelayat yang banyak dari golongan menengah atas. Mobil-mobil yang melayat kebanyakan mobil bagus yang notabene dipunyai oleh orang-orang kaya. Waktu itu saya jadi berfikir kok bisa ya, padahal orangnya biasa saja tetapi pergaulannya bisa dengan orang-orang kaya. Padahal dia seorang broker properti biasa, bukan seorang direktur besar. Setelah saya cari informasi ternyata dia sering ikut perkumpulan yang melibatkan orang kaya. Misal dia aktif di klub olah raga yang diikuti oleh rata-rata orang kaya dan beberapa perkumpulan yang melibatkan kalangan menengah atas lainnya.

“Pintar juga orang ini”, guman saya dalam hati. Kenapa? Dengan bisnis dia yang bergerak di bidang broker properti, pasti akan sangat sesuai melakukan promosi pada orang-orang menengah atas. Tahu sendiri khan bagaimana kesukaan orang kaya? Mereka biasanya senang berinvestasi di bidang properti, jadi sangat cocok melakukan pendekatan pada kalangan ini.

Lalu bagaimana melakukan pendekatan dengan orang-orang ini? Dia berusaha menjadi bagian dari kalangannya. Ikut perkumpulan olah raganya, organisasinya, atau apa pun yang membuat dirinya mempunyai ikatan solidaritas dengan kalangan yang dia bidik. Saya pernah membaca buku motivasi yang mengatakan bahwa cenderung orang akan mempercayai orang terdekat atau bagian dari komunitasnya saat membutuhkan sesuatu, termasuk urusan bisnis. Saya yakin, saat anggota komunitas yang diikuti tetangga saya tadi akan mencari rumah, pasti tetangga saya tadi yang akan ditanya. Sebagai seorang broker properti, pasti akan sangat menguntungkan mendapatkan posisi ini.

Itulah sepenggal cerita tetangga saya yang mempunyai trik bagaimana mendekati target pasarnya. Dia mempunyai pergaulan yang sangat luas. Semua kalangan akrab dengan dia, terbukti semasa hidup dia menjabat juga sebagai ketua RT. Semoga bermanfaat dan semoga dia mendapat tempat yang layak di sisiNya. Amin…..

Baca juga: (bagaimana koneksi bisa memperlancar bisnis kita) dan (cara menghadirkan aura sukses untuk bisnis anda)

Sukses untuk anda…..