Bekerja Seperti Setan

Hari Jum’at kemarin saya mengantar ibu saya berkunjung ke rumah temannya. Teman ibu saya seorang pegawai negeri golongan menengah dan sebentar lagi memasuki masa pensiun. Bayangan saya, rumah seorang pegawai negeri golongan menengah seperti dia pasti biasa-biasa saja. Ternyata semua sangat bertolak belakang dengan yang saya bayangkan saat berada di halaman rumahnya. Tanahnya sangat luas, ada sebuah rumah utama yang sangat megah dan sebuah rumah lagi di sebelahnya. Di halaman rumah beliau juga terparkir sebuah mobil.

Dalam sebuah obrolan dengan saya, sang pegawai negeri tersebut mengatakan dia sangat mensyukuri apa yang telah dia dapatkan kini. Kini dia sudah punya 4 rumah yang semuanya ditempati anak-anaknya dan sebagian dikontrakkan. Kini, saat menjelang pensiun kurang 2 tahun lagi, dia tinggal menikmati apa yang menjadi perjuangan dia selama muda dahulu.

Sewaktu saya tanya apa rahasia dia bisa mempunyai kekayaan melimpah seperti ini, jawaban dia:”Bekerjalah seperti setan”. Mau bekerja keras tanpa mengenal lelah merupakan rahasia dia bisa memperoleh segala yang dia inginkan. Sewaktu masih muda dia melakukan semua pekerjaan yang bisa menghasilkan uang tanpa mengenal lelah.

Dia punya persewaan mobil yang dia sopir sendiri, dia bergerak juga di bidang jual-beli rumah dan kendaraan dan banyak sekali usaha sampingan yang dia tekuni agar di masa tua nanti dia tidak kekurangan materi. Terkadang saat melayani pelanggan yang menyewa mobilnya, dia pulang jam 4 pagi kemudian pergi ke kantor jam 6 pagi. Prinsip dia, semua harus dilakukan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk pantang menyerah dalam menggapai cita-cita kita.

Sukses untuk anda…..

Bekerja Keras dan Bekerja Cerdik

Dalam kehidupan bisnis, kita diharuskan bekerja keras untuk mencapai tujuan. Tapi bekerja keras saja tidaklah cukup untuk memperoleh kesuksesan. Bahkan terkadang, hanya dengan mengandalkan bekerja keras saja tanpa menambahnya dengan faktor pendukung yaitu kecerdikan malah akan menimbulkan kegagalan. Kecerdikan yang saya maksud di sini adalah bagaimana dengan tenaga dan biaya yang seminim mungkin tetapi hasil yang didapatkan bisa maksimal. Tidak hanya mengandalkan otot saja tetapi pemikiran yang praktis sangat diperlukan untuk melakukan cara ini.

Saya pernah mendengar cerita dari seorang pengusaha keturunan Cina tentang kisah bekerja cerdik ini. Dia mengungkapkan, saat itu mempunyai produk sebuah lampu berbentuk stik kecil. Dia bertekad harus bisa menjual ribuan produknya tersebut dalam waktu yang sangat singkat dan biaya yang sangat murah. Karena produknya berbentuk lampu menyala dan berukuran kecil serta hanya bisa bertahan dalam beberapa hari saja, dia berkesimpulan produk tersebut akan laku keras jika dijual di acara konser-konser musik atau acara yang dilakukan pada malam hari.

Dengan biaya yang sangat murah dan keuntungan yang tidak besar dalam setiap kali penjualan tidak mungkin dia harus menyewa tempat untuk menjajakan barang dagangannya di area konser. Bisa-bisa biayanya akan impas atau bahkan rugi jika harus menyewa stan. Akhirnya dia memperoleh ide memanfaatkan para pedagang asongan dan anak jalanan untuk menjualkan produknya dengan sistem pemberian komisi prosentase dari setiap produk yang berhasil dijual.

Keuntungan pertama, para penjualnya yaitu pedagang asongan dan anak jalanan tadi tidak perlu membayar tiket saat masuk di area konser. Secara otomatis biaya operasional untuk bisa masuk dan berbaur dengan pengunjung konser adalah nol. Keuntungan kedua, dia tidak usah membayar orang sebagai tenaga pemasaran dan dirinya tidak perlu bersusah-susah menjual sendiri produknya. Akhirnya, hanya dalam waktu beberapa jam saja dia berhasil menjual ribuan produknya dengan biaya operasional yang sangat minim. Semoga kisah ini bermanfaat.

Sukses untuk anda…..

Page 1 of 11