Suatu hari, sekitar 5 tahun yg lalu. Sy mengobrol dengan seorang pemborong yang biasa saya pakai utk mengerjakan project pengerjaan bangunan. Ada sebuah kisah menarik yang bisa saya petik dari ceritanya waktu itu.

Dia bisa menjadi seorang pemborong sukses dan mempunyai anak buah puluhan, itu semua karena sebuah dendam kesumat. Pemborong ini hanyalah lulusan SD karena orang tuanya yang tidak mampu.

Suatu hari, saat dia masih usia belasan, dia bertemu dengan pemborong sukses tetangganya. Entah mengapa pemborong sombong tadi langsung menghina beliau. Sebuah hinaan menyakitkan, bahwa dia tidak akan bisa menjadi pemborong seperti dirinya karena anak orang miskin.

Hinaan itu sungguh menyakitkan, sampai-sampai dia bersumpah akan menjadi seorang pemborong sukses untuk membuktikan bahwa hinaan itu salah. Sejak saat itu, dia terus belajar dengan penuh dendam. Dia mulai dari menjadi seorang kuli, tukang, dan terus belajar menjadi seorang pemborong. Dendam yang dirasakan seakan menjadi obat kuat yang bisa mendatangkan energi tambahan saat beliau lelah atau jenuh menjalani proses menuju kesuksesan yang diinginkan.

Tekad kuat akibat dendam kesumat itu akhirnya membuahkan hasil. Lambat laun dia menjadi pemborong besar, mempunyai banyak anak buah. Hingga akhirnya dia berhasil melampaui kesuksesan pemborong yang pernah menghinanya.

Kisah ini semoga menjadi cermin bagi kita semua. Bahwa dendam yang dipakai secara positif bisa menjadi pendorong yang ampuh untuk meraih kesuksesan. Semoga kisah ini bermanfaat, sukses untuk Anda…..