Anda tidak percaya akan santet atau teluh? Mungkin anda akan berfikir ulang seandainya ada di dekat saya saat itu. Saat puluhan duri sebesar jarum terus keluar dan menghilang setelah menyentuh tanah malam itu. Itulah kejadian tak terlupakan sepanjang hidup saya, apalagi yang menjadi korban adalah ayah saya.

Dengan mata kepala sendiri saya melihat, bahkan menyentuhnya beberapa duri berwarna hitam yang terus menerus keluar. Maklum, saat itu memang sesi pengobatan untuk santet/teluh yang menimpa ayah saya. Beberapa teman yang melihat kejadian itu hanya mampu bertasbih sambil terus memohon ampun pada Tuhan.

Saat itu saya masih SMA, belum paham betul pada hal-hal semacam ini. Yang saya tahu, saat itu saya sering diminta mengantar ke beberapa kyai dan ustad untuk meminta pertolongan dan pengobatan sakitnya ayah. Kebetulan ayah saya berasal dari Banyuwangi, yang tidak asing dengan hal-hal semacam ini. Jadi dia sudah tahu kalau dia terkena santet/teluh.

Berhubung selama beberapa minggu usaha yang kami lakukan terasa sia-sia, akhirnya pulanglah ayah ke Banyuwangi. Dia menemui guru spiritualnya, seorang ustad yang cukup disegani di daerahnya. Bahkan sang ustad sampai diajak ke Malang, untuk melakukan ritual pembersihan pengaruh santet di rumah kami.

Setelah melakukan ritual pembersihan, kami semua berkumpul di ruang keluarga. Saat itu sang ustad berpesan agar semua anggota keluarga “mengikhlaskan semua kesakitan dan penderitaan” yang dialami ayah saya. Jangan sampai punya fikiran untuk membalas dendam pada pengirim santet/teluh tersebut.

Sang ustad juga menyarankan kami semua terus berdoa, tetap berusaha mencari pengobatan lain, dan…..BERSEDEKAH. Alhamdulillah beberapa hari berikutnya kondisi ayah berangsur-angsur membaik setelah puluhan duri keluar dari punggung ayah saya.

Sejak saat itulah, saya sangat percaya akan kekuatan IKHLAS, BERSERAH, dipadu dengan SEDEKAH. Semoga kisah ini bermanfaat dan semoga kita semua terhindar dari santet/teluh. Amiin…..