Hari ini saya sedang bersedih. Kemarin malam seorang teman baik saya meninggal dunia dalam keadaan yang memprihatinkan. Saat buah hatinya lahir di dunia, dia justru meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Selama ini sepertinya kesehatan dia tidak ada masalah, tapi ternyata setelah dia sakit dan ada diagnosa laboratorium baru diketahui bahwa ternyata dia menderita sakit dengan stadium yang akut. Karena penyakit itulah dia masuk rumah sakit beberapa minggu dan akhirnya meninggal.

Trenyuh rasanya melihat anak-anaknya yang masih kecil, apalagi melihat istrinya yang melahirkan pada hari yang sama saat teman saya meninggal. Sebagai seorang teman baik, hati kecil saya bertanya bagaimana nasib anak dan istrinya nanti. Istrinya seorang ibu rumah tangga biasa, sedangkan teman saya mempunyai toko komputer yang selama ini dikelolanya sendiri. Otomatis sepeninggalnya dia, pasti toko komputer itu akan tutup karena tidak ada yang bisa mengelola. Dapat makan dari mana istri dan anak-anaknya nanti? Itulah pertanyaan yang ada dibenak saya saat ini.

Terlintas di benak saya, bagaimana jika hal itu menimpa saya. Padahal selama ini usaha yang saya rintis sangat tergantung pada kemampuan saya. Jika saya meninggal sewaktu-waktu pasti usaha itu tidak akan bisa berjalan, secara otomatis keluarga saya tidak akan bisa mendapatkan penghasilan. Mau makan apa anak istri saya sedangkan istri saya tidak bekerja? Bagaimana masa depan mereka?

Kejadian yang menimpa teman saya kemarin seakan membuka mata hati saya. Sebagai seorang wirausaha seakan saya diingatkan untuk senantiasa bersiap diri dengan keadaan seperti yang menimpa teman saya. Ajal memang tidak dapat diketahui kapan dan dimana akan menjemput kita. Akan membuat jiwa kita tidak tenang tentunya jika kita meninggalkan orang-orang yang kita cintai nanti, justru membuat mereka tidak berdaya dan tersiksa. Ini adalah bahan renungan berharga bagi saya, mulai hari ini saya akan lebih giat bekerja dan memposisikan pekerjaan saya bisa dikelola oleh keluarga saya jika saya sewaktu-waktu tidak bisa bekerja karena sakit atau meninggal dunia.

Semoga teman saya mendapat tempat terbaik di sisiNya, karena saya tahu betul dia orang yang sangat baik. Semoga istri dan anak-anak teman saya mendapatkan pertolongan dariNya untuk bisa meneruskan kehidupan dan mendapatkan masa depan yang lebih baik. Amin…..