Beberapa minggu terakhir ini santer kabar kalau Purdi E Chandra dinyatakan pailit karena hutangnya disebuah bank syariah. Pertama mendengar dan membaca sendiri berita tersebut, saya hanya bisa bilang; wow 😀

Saya yakin, berita ini sangat mengejutkan banyak pengusaha yang telah terinspirasi “bisnis cara gila” dan “bisnis modal dengkul” Purdi E Chandra. Bagaimana mungkin orang sekaliber Purdi, yang dalam setiap motivasi bisnisnya seakan seperti “dewa bisnis” bisa terjungkal jatuh bangkrut karena ajarannya sendiri? Hingga tidak bisa melunasi puluhan milyar hutang-hutangnya?

Mengetahui hal ini saya yakin banyak yang mencemooh, prihatin, atau biasa saja. Kalau saya sih, menanggapinya biasa saja. Kenapa? Karena Purdi adalah menusia biasa yang terkadang membutuhkan perhatian Tuhan. Pailitnya Purdi saat ini pasti karena perhatian Tuhan.

Sebuah bentuk perhatian Tuhan agar Purdi bisa mawas diri. Dan sebuah bentuk perhatian Tuhan pada para penggemar dan pelaku “bisnis cara gila” dan “bisnis modal dengkul” agar senantiasa berhati hati. Bisnis cara gila akan membuat gila beneran kalau kita salah perhitungan. Bisnis modal dengkul akan membuat kita kehilangan dengkul kalau kita tidak hati-hati dan serampangan.

Apakah ajaran Purdi jelek? Tidak kok. Apa yang diajarkan Purdi adalah ilmu umum dalam dunia bisnis praktis. Cuma selama ini hanya diketahui dan dimiliki segelintir orang saja. Karena Purdilah ilmu itu bisa diketahui banyak orang. Sudah banyak pengusaha sukses yang berhasil dia cetak. Dan tidak sedikit pula orang yang terlilit hutang akibat SALAH menerapkan ajaran dia.

Tapi walau bagaimanapun yang namanya gagal dalam bisnis itu hal biasa. Asal kita mau bangkit dan berusaha memperbaiki kesalahan yang ada. Coba tengok kisah para pebisnis sukses, mereka pasti banyak melalui berbagai kegagalan dalam prosesnya. Karena kegagalan itu adalah bentuk kasih sayang dan peringatan Tuhan agar kita lebih baik dan mawas diri.

Akhir kata, setelah ada peringatan Tuhan dengan terpuruknya Purdi akibat hutang bisnisnya, ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan.

  • Pertama; berbisnis cara gila itu boleh. Tapi harus diimbangi dengan kewarasan. Jangan akhirnya kita gila beneran karena hutang bisnis segede gunung dan kita tak punya apa-apa untuk membayarnya.
  • Kedua; berbisnis cara otak kanan itu bagus. Bahkan dianjurkan karena disitulah letak kekuatan. Tapi juga harus diimbangi dengan otak kiri. Agar tidak menjadikan kita serampangan.
  • Ketiga; jangan jadikan hutang sebagai dewa dan kekuatan utama. Dalam bisnis, hutang itu boleh, tapi hutang yang tidak memperhatikan resiko, akan menyebabkan kita terpuruk lebih dalam.
  • Keempat; jangan sombong dan takabur saat jadi pengusaha sukses. Jangan merasa pintar saat berhasil lolos dari lubang kegagalan, bisa jadi kita terjatuh karena gundukan. Karena manusia itu mudah lali saat merasa nyaman. Sukses itu anugerah Tuhan, dalam hitungan detik, Tuhan bisa mengambilnya tanpa kesulitan.

Semoga bermanfaat, saya doakan pak Purdi bisa segera bangkit dan kembali memberi inspirasi lebih hebat buat para pengusaha di Indonesia setelah bangkit dari kegagalannya saat ini. Amiiin…..

Salam sukses….. 🙂