Rejeki haram adalah rejeki yang kita dapatkan dengan cara tidak sesuai dengan tuntunan agama. Bisa mencuri, korupsi, merampok, atau menipu walau dengan tingkat yang sedikit sekalipun. Rejeki haram harus kita jauhi, karena bisa menimbulkan tertolaknya ibadah kita. Mengenakan pakaian yang dibeli dengan uang haram, menjadikan sholat tidak diterima saat pakaian itu dipakai sholat. Bersedekah atau beribadah haji dengan uang haram, menjadikan pahalanya juga tertolak. Jadi hati-hati dengan rejeki haram ya…..

Berbicara tentang rejeki haram, saya ada beberapa cerita pengalaman teman-teman saya yang kebetulan bercerita langsung pada saya. Bukan karena dampat buruknya, akan tetapi sebuah cerita bagaimana Allah SWT tidak rela uang haram masuk perut keluarga teman-teman saya. Kisah rejeki haram ini sekilas seperti tidak masuk akal, tapi inilah yang terjadi pada teman-teman saya. Betapa Allah akan melakukan apapun, untuk menjaga setiap makhluk yang disayangi agar tidak sampai terlempar ke neraka karena rejeki haram.

Rejeki haram seorang PNS

Teman saya adalah seorang PNS yang sudah mempunyai kedudukan lumayan. Dia bertanggung jawab pada proyek-proyek pembangunan pemerintah. Setiap proyek yang harus diselesaikan, menjadi tugas teman saya untuk menyelesaikan, dan memilih kontraktor untuk mengerjakannya. Membaca tugas dan kewenangan teman saya diatas, tentu Anda bisa membayangkan uang yang berseliweran dari para kontraktor khan?

Iya betul…uang dari para kontraktor yang menerima proyek, tidak henti mengalir kepada teman saya. Ada yang bilang sebagai ucapan terimakasih, untuk pengganti bensin, dll dengan jumlah yang lumayan. Hal ini terus berjalan beberapa waktu, sampai suatu saat teman saya memperoleh hidayah setelah merenungkan apa yang terjadi selama ini.

Saat saya berkunjung ke rumah beliau, dia menceritakan semua keanehan yang terjadi beberapa waktu terakhir. Setiap kali mendapatkan uang tidak jelas dari para kontraktor, setelah uang itu dibawa ke rumah, pasti ada saja yang menyebabkan uang itu harus hilang sia-sia. Pernah suatu saat dia dapat uang beberapa juta, belum ada sehari bahkan belum sempat dinikmati, tiba-tiba anaknya jatuh sakit dan menghabiskan biaya persis sejumlah uang yang dia terima dari para rekanan.

Bukan hanya sekali dua kali, tapi beberapa kali teman saya mengalami kejadian tersebut. Sampai akhirnya dia tersadar bahwa; pasti ada yang tidak beres dengan uang yang dia terima. Akhirnya dia sadar, bahwa kejadian yang dia alami, adalah bentuk kasih sayang Allah, yang tidak rela rejeki haram masuk perut anak istrinya. Sejak saat itu, dia tidak pernah mau menerima uang dari para rekanan. Kalaupun ada uang pemberian, dia tidak pernah berani untuk menerima, biar atasan dan bawahan dia saja yang menerima.

Rejeki haram korupsi tersembunyi

Kisah lain dialami oleh teman saya satunya lagi. Tapi teman saya ini statusnya sebagai rekanan pemerintahan. Dia selalu mendapatkan proyek dari pihak pemerintah daerah dengan nilai yang lumayan. Setiap tahun dia rutin mendapatkan proyek-proyek tersebut, hingga suatu saat dia tersadar karena diingatkan Allah dengan kejadian yang sungguh diluar dugaan.

Teman saya ini, penghasilannya selalu tercukupi, nilai proyek yang diterima juga besar. Tapi ada yang mengganjal selama dia menjadi rekanan. Hal tersebut adalah praktek markup yang sering dia lakukan selama mengerjakan proyek. Akibatnya, nilai proyek menjadi berlipat karena banyak pihak yang harus dia beri upeti.

Pada akhirnya, teman saya ini juga tersadar dari beberapa kejadian yang diturunkan Allah sebagai pengingat. Setelah ditelusuri rejeki dari proyek pemerintahan yang dia terima selama ini, kemudian dibandingkan dengan harta apa yang dia miliki, ternyata tidak sebanding. Uang puluhan juta yang dia terima secara rutin, ternyata tidak ada bentuknya. Maksudnya, uang yang dia terima selama ini, ternyata tidak bisa dipakai membeli perabotan-perabotan mewah sebagaimana seharusnya seorang pengusaha dengan penghasilan seperti dia.

Setelah ditelusuri, ternyata uang itu hilang dengan berbagai kejadian. Beberapa kali rumahnya dibobol maling, anak-anaknya yang sering sakit dan menghabiskan biaya yang besar, dan beberapa kejadian yang menyebabkan hilangnya uang yang dia dapatkan. Inilah yang akhirnya menyadarkan teman saya, betapa selama ini dia telah salah melangkah, dengan terlena menikmati rejeki haram yang bisa membuat tertolaknya ibadah dan hilangnya kebahagiaan dunia akherat.

Saat Rejeki Haram Dibiarkan Masuk Perut Kita

Kisah diatas adalah beberapa kejadian saat Allah tidak rela rejeki haram masuk perut kita. Lalu bagaimana jika selama ini ada orang yang tetap hepi menikmati rejeki haram, bahkan sampai punya harta benda berlimpah? Berarti Allah SWT sudah tidak peduli dengan orang tersebut. Berhati-hatilah, kondisi seperti ini sangatlah berbahaya karena hukuman di akherat dengan siksaan pedih telah menanti.

Rejeki haram selain bisa menghalangi pahala ibadah dan menghilangkan kebahagiaan, akan menjadi api yang membara diperut kita saat di akherat nanti. Rejeki haram itu akan berubah menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan, dan rejeki haram juga bisa menyeret kita ke neraka. Semoga kita terlindung dari rejeki haram…Amiiin.