Artikel ini saya tulis berdasarkan kisah seorang teman yang baru pulang umroh. Karena takut pahalanya berkurang atau bahkan hangus, dia mengambil langkah yang “kurang populer” ditengah hingar-bingarnya social media. Sebuah langkah yang sering dianggap remeh atau bahkan dilupakan kebanyakan orang yang pulang dari ibadah umroh.

Sebut saja nama teman saya ini; mas Bro. Beberapa waktu lalu mas Bro pulang umroh bersama istri tercintanya. Sebagai pengantar saja, mas Bro adalah seorang yang sangat mengikuti perkembangan jaman. Itu karena pekerjaan dia berhubungan juga dengan dunia internet. Dia sangat aktif di Facebook dan Twitter.

Hampir semua foto-foto kegiatan hariannya, pasti di upload di Facebook. Sewaktu berkunjung ke rumah mas Bro, saya konfirmasi mengapa kok foto-foto umrohnya tidak diupload di Facebook. Padahal biasanya orang-orang yang baru pulang umroh khan kebanyakan foto-foto umrohnya diupload dengan lengkap.

Mendengar pertanyaan saya pada mas Bro, mas Bro hanya tersenyum. Kemudian dia memberikan jawaban yang sangat logis. Sebuah jawaban yang membuka hati saya, dan semoga hati siapa saja yang membaca kisah ini, agar bisa terhindar dari permainan setan untuk menghanguskan pahala umroh kita.

Foto di FB bisa menghanguskan pahala umroh?
Tahukah Anda, pahala ibadah atau kebaikan akan hangus jika disertai dengan kesombongan dan niat mendapat pujian. Inilah alasan mas Bro tidak mengupload satu pun foto-foto selama umroh. Dia tidak ingin setan menggelincirkan hatinya, sehingga foto-foto yang akan dilihat ribuan temannya, hanya sebagai pernyataan kesombongan dan ingin dipuji semata nantinya.

Karena mas Bro adalah seorang pengusaha biasa, yang tidak ada alasan lain selain pamer jika mengupload foto-foto umroh, akhirnya dia bersama istri sudah bertekad tidak memamerkan 1 foto pun aktifitas umroh mereka. Ibadah umroh adalah urusan antara dia dengan Allah, tidak selayaknya dia pamer-pamerkan pada ribuan teman-teman FBnya.

Walau berbagi foto umroh niatnya hanya untuk berbagi kebahagiaan, setan akan mudah memainkan hati kita dengan membisikkan; ini lho aku sudah mampu umroh, ini lho aku sudah sukses, ini lho duitku sudah banyak dan bisa pergi umroh bareng istri, dll. Ini yang ditakutkan oleh mas Bro. Makanya dia memilih untuk TIDAK SAMA SEKALI mengupload foto-foto umrohnya. Dia tidak ingin keikhlasan beribadahnya terkotori karena RIYA’.

Lain mas Bro, mungkin lain lagi dengan pemilik travel umroh yang mempromosikan travelnya dengan mengupload foto dirinya saat umroh. Leader MLM yang ingin menunjukkan hadiah umroh dari perusahaannya. Atau foto dengan tujuan jelas dimana setan susah untuk menyuntikkan RIYA’ di hati kita. Kalau dengan tujuan jelas seperti ini, pasti tidak jadi masalah menurut mas Bro.

Semoga kisah mas Bro ini bermanfaat dan menjadi pagar buat kita, agar ibadah umroh kita nanti benar-benar murni pahalanya. Tanpa terkotori oleh rasa sombong, pamer, dan ingin dipuji sesama akibat foto-foto yang kita upload tanpa tujuan jelas. Karena resikonya adalah HANGUSNYA PAHALA KITA…..