Besok malam adalah 100 hari meninggalnya tetangga saya. Peringatan 100 hari ini kembali mengingatkan saya akan sepak terjang dia semasa hidupnya. Dia adalah seorang broker properti yang cukup sukses.

Dalam menjalankan bisnisnya dia tidak berada dalam wadah perusahaan, tetapi dia bergerak sendiri. Orang sering menyebutnya makelar tanah/ rumah. Semasa hidupnya dia memanfaatkan rumahnya juga sebagai kantor, karena di depan rumahnya bertuliskan “Bursa Properti” kemudian bagian bawahnya ada tulisan “Jual, Beli, Sewa”. Tapi setelah dia meninggal rupanya tulisan itu dilepas oleh istrinya.

Yang menarik bagi saya, saat dia meninggal tampak para pelayat yang banyak dari golongan menengah atas. Mobil-mobil yang melayat kebanyakan mobil bagus yang notabene dipunyai oleh orang-orang kaya. Waktu itu saya jadi berfikir kok bisa ya, padahal orangnya biasa saja tetapi pergaulannya bisa dengan orang-orang kaya. Padahal dia seorang broker properti biasa, bukan seorang direktur besar. Setelah saya cari informasi ternyata dia sering ikut perkumpulan yang melibatkan orang kaya. Misal dia aktif di klub olah raga yang diikuti oleh rata-rata orang kaya dan beberapa perkumpulan yang melibatkan kalangan menengah atas lainnya.

“Pintar juga orang ini”, guman saya dalam hati. Kenapa? Dengan bisnis dia yang bergerak di bidang broker properti, pasti akan sangat sesuai melakukan promosi pada orang-orang menengah atas. Tahu sendiri khan bagaimana kesukaan orang kaya? Mereka biasanya senang berinvestasi di bidang properti, jadi sangat cocok melakukan pendekatan pada kalangan ini.

Lalu bagaimana melakukan pendekatan dengan orang-orang ini? Dia berusaha menjadi bagian dari kalangannya. Ikut perkumpulan olah raganya, organisasinya, atau apa pun yang membuat dirinya mempunyai ikatan solidaritas dengan kalangan yang dia bidik. Saya pernah membaca buku motivasi yang mengatakan bahwa cenderung orang akan mempercayai orang terdekat atau bagian dari komunitasnya saat membutuhkan sesuatu, termasuk urusan bisnis. Saya yakin, saat anggota komunitas yang diikuti tetangga saya tadi akan mencari rumah, pasti tetangga saya tadi yang akan ditanya. Sebagai seorang broker properti, pasti akan sangat menguntungkan mendapatkan posisi ini.

Itulah sepenggal cerita tetangga saya yang mempunyai trik bagaimana mendekati target pasarnya. Dia mempunyai pergaulan yang sangat luas. Semua kalangan akrab dengan dia, terbukti semasa hidup dia menjabat juga sebagai ketua RT. Semoga bermanfaat dan semoga dia mendapat tempat yang layak di sisiNya. Amin…..

Baca juga: (bagaimana koneksi bisa memperlancar bisnis kita) dan (cara menghadirkan aura sukses untuk bisnis anda)

Sukses untuk anda…..