Menjalankan bisnis tidak berbeda jauh dengan saat kita melakukan balap mobil atau motor. Kita harus menjadi yang tercepat agar selalu berada di depan dan akhirnya menjadi pemenang. Dalam bisnis, kita harus selalu terdepan dalam segala hal agar tidak terkalahkan oleh para pesaing. Keberanian dan keahlian harus kita kerahkan semaksimal mungkin untuk menjadi seorang pemenang.

Tahukan anda, sebenarnya seorang pembalap tersohor masih punya dan memelihara rasa takut mereka. Rasa takut bagi mereka merupakan penyeimbang dari ambisi untuk menjadi yang tercepat. Karena rasa takut, mereka menerapkan betul teknik-teknik balapan mereka dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Mereka mempersiapkan betul setiap detail yang dibutuhkan agar tidak celaka. Mulai dari pemahaman lintasan, perlengkapan keamanan, dan tim solid yang mendukung dipersiapkan secara serius. Ini tentu sangat berbeda dengan pembalap liar. Mereka tidak mempersiapkan segalanya dengan detail. Bahkan helm saja kadang mereka tidak pakai.

Seorang pebisnis, karena rasa takut yang dia miliki, pasti mempersiapkan segalanya dengan matang sebelum melangkah. Perencanaan bisnis yang matang, tim pendukung yang solid, dan segala detail yang harus dipersiapkan telah dimiliki dengan baik untuk menjadi seorang pemenang. Resiko kegagalan usaha atau kebangkrutan telah diantisipasi dengan baik.

Itulah persamaan pembalap dan pengelola bisnis. Sama-sama berhadapan pada dua kemungkinan, yaitu gagal atau sukses. Sekarang tinggal membedakan saja. Pebisnis yang sukses pasti akan sama dengan pembalap profesional dengan segala persiapan matang. Sedang pebisnis pecundang pasti akan sama dengan pembalap liar yang tidak mempersiapkan segalanya dengan matang. Semoga bermanfaat.

Sukses untuk anda…..