Persamaan Bisnis MLM dan Bisnis Konvensional

bisnis mlm,bisnis konvensional, peluang mlm, perusahaan mlm, mlm indonesia, tips sukses mlm, peluang bisnis

Jul 17

Kenapa saat saya jatuh bangkrut tahun 2000 an bisa kembali bangkit dengan cepat? Karena TERNYATA tanpa sadar, saya menerapkan sistem pemasaran MLM dalam toko komputer saya waktu itu. Untuk marketing freelance (paruh waktu) saya berikan bonus pribadi dan bonus grup.

Bonus pribadi adalah bonus/komisi penjualan dari penjualan dia sendiri. Sedangkan bonus grup adalah bonus penjualan dari anggota “marketing freelance” hasil rekrut dan binaan dia. Saya menerapkan bonus hingga 1 kedalaman saja waktu itu, biar keuntungan toko nggak habis :)

Itu sedikit cerita bagaimana penjualan toko komputer saya bisa sangat pesat saat itu. Sampai akhirnya, yang semula tempat jualan hanya numpang teman, akhirnya bisa sewa tempat sendiri yang lebih luas. Hingga akhirnya beralih ke level diatasnya yaitu bisnis sebagai distributor komputer.

Saat itu saya belum tahu bagaimana cara kerja MLM, yang saya tahu MLM adalah MONEY GAME. Makanya saya sangat jijik dengan MLM. Saya baru sadar bahwa cara yang saya pakai tahun 2000 an itu adalah cara MLM setelah mempelajari apa sebenarnya MLM tiga tahun yang lalu.

Kesimpulan saya, bisnis MLM adalah bisnis yang memanfaatkan KECERDASAN TEKNIK PEMASARAN. Sejak menyadari itu, akhirnya ada tekat untuk berjuang HABIS-HABISAN di bisnis ini. Kini saya tergabung dan aktif di 3 perusahaan MLM sekaligus.

Saya adalah seorang pebisnis sejak kecil. Alasan saya memilih bergabung lebih dari 1 perusahaan MLM sama juga dengan prinsip bisnis konvensional saya. Saya tidak mau hanya punya 1 bisnis saja, karena saat bisnis itu kurang menghasilkan, penghasilan saya bisa ditopang dari bisnis yang lain. Tak terkecuali dalam bisnis MLM.

Dalam bisnis MLM, doktrin harus FOKUS pada 1 perusahaan MLM hanyalah doktrin LEADER MLM yang takut kehilangan bonus dan downline-nya saja. Tidak masalah anda tergabung di beberapa perusahaan MLM asal bisa membagi tenaga dan waktu anda. Tapi jika anda tidak mampu membagi waktu dan fikiran anda di beberapa perusahaan MLM, lebih baik bergabung di 1 perusahaan saja. Agar lebih fokus meraih keberhasilan.

Bergabung di MLM bukan karena saya tidak punya pekerjaan atau penghasilan. Saya punya belasan karyawan waktu itu. Saya hanya berusaha membuka 9 dari 10 rejeki manusia yang ada di PERNIAGAAN (perdagangan/jual beli). Tahukah anda? MLM termasuk juga dalam perniagaan itu lho. Selain itu saya juga tidak mau melewatkan begitu saja sebuah peluang emas di depan mata saya.

Selama 3 tahun terakhir, saya telah berjuang bersama upline dan downline dengan tekat yang luar biasa dahsyat. Sungguh menyenangkan bekerjasama dengan orang-orang hebat, produk hebat, dan perusahaan yang dahsyat. Pengalaman dan ilmu bisnis baru banyak saya dapatkan dari mereka…..

Intinya, berdasarkan pengalaman bisnis saya sejak SD hingga sekarang, MLM dan bisnis konvensional adalah SAMA SAJA. Pengalaman saya pribadi yang berpendapat demikian.

Semoga bermanfaat, sukses untuk anda…..

  • Share/Bookmark

Tags: , , , , , ,

One Response to “Persamaan Bisnis MLM dan Bisnis Konvensional”

  1. Tianshi Indonesia Says:

    …sukses ya pak
    salam kenal

    [Reply]

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco