Artikel ini saya tulis sebagai ucapan terimakasih pada dosen saya yang memberikan mata kuliah kewirausahaan saat saya masih kuliah. Karena tugas sederhana dari pak dosen, akhirnya saya bisa memperoleh sebuah pencerahan tentang arti penting sebuah perencanaan dan AKSI NYATA dalam berbisnis.

Masih ingat dalam bayangan saya, saat itu pak Dosen datang agak terlambat, kemudian dengan tergopoh-gopoh dia langsung membagikan selembar kertas kosong kepada kami. Pada lembar kosong itu dia ingin kami menuliskan bisnis apa yang akan kami geluti selepas kuliah.

Pak dosen menyuruh kami menuliskan 2 bisnis yang akan kami buka setelah lulus kuliah. Kenapa harus 2? Agar kami punya cadangan seandainya bisnis yang pertama gagal katanya. Bisnis itu bisa berupa bisnis sampingan atau bisnis utama. Tugas ini memang kelihatan remeh karena hanya menuliskan sebuah RENCANA BISNIS. Tapi menjadi penuh tantangan setelah pak Dosen mengatakan bahwa RENCANA bisnis yang kami tulis itu menjadi tugas mata kuliah untuk minggu depan.

Tugasnya adalah; melakukan survey mulai cara pendirian usaha sampai cara menjalankan bisnisnya langsung pada pelaku usaha. Tidak lupa juga dia menugaskan pada kami untuk mencari data apa saja terkait kendala-kendala serta bagaimana cara mengatasi kendala bisnis tersebut. Tugas itu harus mewawancarai PELAKU USAHA. Gak boleh ngarang-ngarang sendiri 🙂

Sebagai seorang mahasiswa yang sudah berbisnis sejak dini, saya begitu menikmati tugas tersebut. Saya melakukan dengan penuh semangat apa yang ditugaskan bapak dosen. Saya datangi langsung pelaku usaha yang menjadi target saya. Saya cari tempat yang paling besar dan paling sukses di kota Malang. Dengan perjuangan yang agak panjang, akhirnya saya bertemu dengan pihak pengelola bisnis tersebut. Pada awalnya dia memandang saya sebagai mahasiswa umumnya yang harus melaksanakan tugas. Melaksanakan tugas demi sebuah nilai mata kuliah, setelah itu catatannya dilupakan begitu saja.

Tapi pandangan tersebut berubah setelah saya mengatakan akan benar-benar membuka bisnis yang datanya saya ambil tersebut. Saat itulah saya benar-benar bertanya hingga detail. Mulai prosesnya pendiriannya, hingga pengelolaannya, sampai tindakan apa saja yang harus dilakukan saat timbul sebuah permasalahan bisnis.

Saat itu saya memilih bisnis wartel sebagai salah satu bisnis yang akan saya geluti. Alasan saya memilih bisnis wartel karena bisnis itu tidak memerlukan banyak waktu untuk menjalankannya sehingga saya bisa mengurus bisnis saya yang lain. Menjalankannya mudah karena saya hanya tinggal cari karyawan saja yang menunggui, kemungkinan rugi sangat kecil dan pasti untung karena sistemnya bagi hasil, dan sangat laris saat itu (1996-an).

Akhirnya bisnis wartel benar-benar saya buka. Kemudian uang tabungan wartel berkembang menjadi bisnis warnet. Setelah warnet tutup, menjadi toko komputer dan berkembang pada bisnis-bisnis lain sampai sekarang.

Mengapa saya mengucapkan terimakasih pada pak Dosen?
Saya sudah berbisnis sejak SD, mulai dalam skala besar saat kuliah, dan akhirnya benar-benar tersruktur setelah menerima pelajaran diatas. Jika sebelumnya setiap bisnis yang gagal saya biarkan, tapi setelah menerima mata kuliah tersebut, setiap bisnis yang gagal akan saya cari benang merah bagaimana bisnis ini bisa berkembang dalam bentuk lain. Bahkan sebelum bisnis itu menurun dan bangkrut sekalipun.

Sejak menerima materi itu saya menjadi tersadar, betapa pentingnya sebuah perencanaan matang dan tindakan nyata untuk mewujudkannya dalam sebuah bisnis. Perencanaan detail, bahkan sampai matang sekalipun tidak akan pernah terwujud kalau…tidak ada ACTION.

Sejak saat itu, dalam menjalankan beberapa bisnis saya, saya selalu melakukan pengembangan pada setiap bisnis yang saya jalankan. Setelah bisnis berjalan, harus ada cabang. Setelah bisnis bisa berjalan, harus diserahkan pengelolaan sepenuhnya pada karyawan dan saya membuka bisnis lain yang lebih menguntungkan dari tabungan bisnis sebelumnya. Begitu seterusnya sampai antara bisnis satu dengan yang lain bisa saling menopang. Kalaupun bisnis yang lain lesu, akan tertolong dengan bisnis lainnya lagi.

Semua berawal dari perencanaan dan aksi nyata dalam mewujudkannya, dengan cara langsung belajar pada orang yang telah sukses menjalankan bisnis yang akan saya kerjakan. Itulah tugas sederhana dari pak dosen yang telah mengubah cara saya menjalankan bisnis dengan lebih rapi dan lebih berkembang tentunya.

Semoga kisah ini bermanfaat, sampai jumpa minggu depan dengan artikel yang baru…..