Saya pernah punya teman seorang TKI. Sepulang dari luar negeri, dia menjadi seorang yang kaya raya di desanya. Dia bisa membeli dua rumah sekaligus dan membeli beberapa mobil dan sepeda motor. Bukan hanya itu, barang-barang di rumahnya dipenuhi juga dengan barang mewah.

Untuk ukuran seorang TKI, mendapatkan hasil sedemikian spektakuler dalam waktu beberapa tahun sangatlah mustahil. Menurut teman saya, dalam satu bulan dia bisa mengirimkan uang sampai di atas 20 juta waktu itu. Padahal untuk ukuran negara dia berada, gaji dia paling banter hanya 3 jutaan tiap bulan.

Usut punya usut, ternyata dia bisa mempunyai gaji besar karena bekerja pada salah seorang pejabat di negara tersebut. Bukan karena kerja pada seorang pejabat yang membuat dia kaya, tapi karena dia berselingkuh dengan istri pejabat tersebut!!!! Mungkin istri pejabat tersebut terpesona dengan ketampanan teman saya, sehingga dia minta apa pun selalu dituruti oleh ibu pejabat.

Kini, setelah beberapa tahun berlalu semenjak kepulangannya, saya kembali bertemu dia. Alangkah terkejutnya saya, kini kondisinya berbalik 180 derajat. Harta bendanya habis tak tersisa. Rumah, kendaraan dan semua hasil yang didapatkan ludes tak tersisa. Dia bilang, setiap kali membuka usaha, dia selalu gagal. Padahal sebelumnya dia adalah seorang pebisnis yang berpengalaman.

Akhirnya dia mengungkapkan mungkin harta benda yang didapatkan dulu adalah harta haram, sehingga setiap langkah yang dia tempuh dengan harta itu tidak mendapat ridlo dari Allah. Dia mengungkapkan pelajaran berharga telah dia dapatkan dari kejadian ini. Dia telah bertobat dan ingin memulai lagi dari awal. Dia bertekad akan mencari harta yang halal agar ridlo Allah dapat selalu beserta pada harta dia nanti.