Jenis Rejeki Bagi Manusia

Saya punya teman, dengan semangat membara karena ingin mendapatkan modal usaha yang besar dia bertekad untuk pergi merantau ke luar negeri. Hal ini didasari pengalaman beberapa teman yang dia kenal setelah pulang dari luar negeri mereka pulang dengan membawa uang banyak dan bisa dipakai sebagai modal usaha. Semua persiapan sudah matang, tinggal menunggu keberangkatan, tiba-tiba ada satu hal yang membuat dia tidak bisa berangkat.

Teman saya kecewa berat jadinya. Tapi apa mau dikata, semua diluar kemampuan dia. Untungnya teman saya berfikir jernih sehingga dia tidak sampai stres memikirkan batalnya keberangkatan dia ke luar negeri walaupun uang sudah melayang. Dia tetap berbaik sangka dan menerima kebatalan tersebut. “Mungkin bukan rejeki saya untuk bisa berangkat dan mendapatkan gaji besar, mungkin Allah mempunyai rencana yang lain”, Guman teman saya.

Kisah teman saya mengingatkan saya pada buku karangan Ustad Yusuf Mansyur yang saya baca beberapa waktu yang lalu. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa sebenarnya rejeki manusia ada dua macam. Dua macam itu adalah rejeki yang memang sudah digariskan dan rejeki yang menggantung di langit. Rejeki yang sudah digariskan yaitu rejeki yang memang sudah diperuntukkan bagi kita, walau tanpa berusaha sekalipun pasti kita akan mendapatkannya. Sedangkan rejeki yang menggantung di langit yaitu rejeki yang akan bisa kita dapatkan jika kita mau berusaha untuk mendapatkannya. Kita harus mau berkorban untuk bisa mendapatkannya. Berapa banyak rejeki menggantung di langit bagi kita hanya Allah yang tahu.

Rejeki yang sudah digariskan saya rasakan sendiri beberapa tahun yang lalu. Sekitar 2 tahun yang lalu saya pernah mendapatkan tawaran untuk membuat software di sebuah perusahaan besar. Saya sudah bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan dan sudah menyatakan persetujuan secara lisan. Berhubung sangat banyaknya proyek saya waktu itu, menjadikan tawaran di perusahaan itu menjadi prioritas terakhir. Akibat molornya penyelesaian proyek sebelumnya menjadikan “start” pengerjaan di perusahaan tersebut semakin lama, sampai satu bulan lebih.

Dari pada saya tidak enak, saya berniat untuk membatalkan saja kesanggupan penawaran tadi. Beberapa kali saya datang ke kantor perusahaan tersebut selalu tidak bertemu dengan pimpinan perusahaan.Tanpa terasa 3 bulan berlalu tanpa kejelasan karena saya selalu tidak bisa ketemu dengan pimpinan tadi. Dalam fikiran saya waktu itu mengira pasti sang pimpinan sudah mendapatkan programer lain untuk keperluan perusahaannya, karena sewaktu bertemu dengan saya dia mengatakan bahwa dia butuh program itu secepatnya.

Dalam hati saya mengatakan mungkin honor pembuatan software di perusahaan ini bukan rejeki saya. Suatu ketika saya bertemu dengan pimpinan itu secara tidak sengaja, secepat kilat saya mau mengungkapkan permintaan maaf karena tidak ada kejelasan selama ini. Tapi sebelum saya mengucapkan permintaan maaf, tanpa saya duga sang pimpinan tadi malah mengucapkan permintaan maaf dahulu karena selama ini dia sangat sibuk sehingga melupakan urusan pemesanan program dengan saya. Akhirnya besoknya saya membuat janji untuk ketemu di kantor dia dan saya langsung memulai pembuatan software tersebut. Walaupun saya sudah menyerah, ternyata rejeki dari pengerjaan software itu datang juga pada saya. Mungkin itu yang dinamakan rejeki yang memang sudah digariskan bagi saya.

Semoga pengalaman saya dan teman saya menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa kita harus senantiasa berusaha dan tidak berputus asa dalam meraih rejeki sebanyak-banyaknya di kehidupan kita. Jika kita menemui kegagalan, hendaknya selalu berbaik sangka pada Allah. Mungkin memang hanya sampai di situ rejeki kita. Jika kita selalu meraih kesuksesan janganlah menjadi sombong dan melupakan siapa sebenarnya pemilik semua nikmat yang kita rasakan. Selalu bersyukur atas rejeki yang kita dapatkan merupakan salah satu kunci untuk bisa menikmatinya.

Sukses untuk anda…..

Penawaran Ala KFC

Coba anda ingat sewaktu membeli makanan di KFC, pasti anda akan diteter beberapa pertanyaan apakah anda akan membeli makanan lain yang berhubungan dengan makanan yang telah anda beli tersebut. Sebagai contoh, saat anda membeli ayam dan nasi, pasti pelayan KFC akan menanyakan kebutuhan yang berhubungan dengan ayam dan nasi itu. Pelayan pasti akan menawarkan minuman atau makanan kecil lain, atau pelengkap dari jenis makanan yang anda beli. Saya sendiri sering merasakan, secara spontan saya akan mengiyakan apa yang pelayan KFC tawarkan. Karena sebetulnya apa yang mereka tawarkan adalah yang saya butuhkan.

Dalam sebuah buku saya juga pernah membaca kritikan terhadap sebuah rumah makan yang menerapkan cara penawaran ala KFC ini. Dalam buku tersebut menceritakan sampai-sampai penulis tidak sempat berkata-kata karena saking bingungnya dengan penawaran yang bertubi-tubi oleh pelayan rumah makan. Penulis merasa sangat terganggu dengan ulah pelayanan yang selalu menawarkan makanan lain. Malahan penulis merasa jengkel karena dengan terus-menerus menawarkan, menjadikan keasyikan memilih makanan yang dia rasakan jadi hilang. Bayangkan, siapa yang tidak bingung kalau saat memilih makanan yang akan dimakan, kita dikeroyok oleh 3 orang wanita sekaligus yang dengan genit menawarkan ini dan itu tanpa memperhitungkan sesuai apa tidak dengan makanan awal yang dipesan.

Dari dua hal di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa pengetahuan yang detail tentang jenis makanan dan perpaduan yang sesuai antara satu jenis dengan jenis yang lain sangat penting bagi seorang pelayanan. Dengan kemampuan memberikan pilihan terbaik bagi pembeli, pasti pelayanan dipandang bukan sebagai pengganggu saat menawarkan menu pelengkap yang lain. Bahkan pembeli secara tidak sadar akan ikut apa yang ditawarkan dan penjualan akan semakin banyak. Penjualan ala KFC ini juga sukses beberapa kali saya terapkan pada pelanggan komputer saya. Dengan kemampuan memposisikan diri kita sebagai seorang penjual sekaligus sebagai pemberi saran untuk kebaikan pelanggan, pasti keutungan berlipat akan dengan mudah kita raih.

Sukses untuk anda…..

Kekuatan Visualisasi

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri sebuah seminar motivasi. Dalam seminar tersebut salah satunya membahas tentang kekuatan sebuah visualisasi bagi kita. Dalam video yang ditayangkan, tampak seorang pelari yang dipasang alat pendeteksi otot. Setelah itu sang pelari disuruh membayangkan saat dia ada di lintasan, bersiap untuk lari, dan berlari sekuat tenaga untuk menjadi pemenang.

Saat sang pelari memvisualisasikan apa yang diperintahkan, alat pendeteksi jaringan otot yang bekerja menunjukkan semua otot menjadi ikut bergerak seolah-olah terjadi kejadian sesungguhnya dari apa yang dibayangkan sang pelari. Semua otot yang berhubungan dengan bagaimana kaki mendapatkan kekuatan menunjukkan respon. Otot punggung sebagai pemberi kekuatan menegang saat sang pelari membayangkan posisi bersiap. Kemudian otot kaki menunjukkan reaksi yang tak kalah hebatnya saat sang pelari membayangkan dia dalam posisi berlari untuk menjadi nomor satu.

Dari kejadian di atas, bisa kita simpulkan bahwa saat manusia membayangkan sesuatu (memvisualisaikan sesuatu), pasti secara reflek otak akan memerintahkan bagian tubuh yang berhubungan dengan aktifitas itu untuk bereaksi. Otak akan memberikan cara pada bagian tubuh kita mengenai cara untuk mencapai visualisasi itu. Dalam sebuah buku motivasi saya juga pernah membaca hal ini. Hal ini mirip dengan (motivasi doa) atau (kekuatan sebuah buku impian) yang pernah saya tulis. Anda punya keinginan yang belum terwujud? Cobalah cara visualisasi. Bayangkan anda akan meraih apa yang anda inginkan tersebut dengan jelas. Tentukan targetnya kapan hal itu harus terwujud. Misal setahun lagi, atau dua tahun lagi, atau satu bulan lagi terserah anda. Jika visualisasi anda meyakinkan dan penuh kesungguhan, pasti otak akan memberi perintah dengan sendirinya pada bagian tubuh anda untuk mencapai itu. Pertahankan hal itu, terus ikuti kata hati sampai target anda terpenuhi. Banyak yang telah membuktikan hal ini dan meraih kesuksesan dari sini. Saya salah satunya. Semoga bermanfaat.

Sukses untuk anda…..

Persamaan Pembalap dan Pengelola Bisnis

Menjalankan bisnis tidak berbeda jauh dengan saat kita melakukan balap mobil atau motor. Kita harus menjadi yang tercepat agar selalu berada di depan dan akhirnya menjadi pemenang. Dalam bisnis, kita harus selalu terdepan dalam segala hal agar tidak terkalahkan oleh para pesaing. Keberanian dan keahlian harus kita kerahkan semaksimal mungkin untuk menjadi seorang pemenang.

Tahukan anda, sebenarnya seorang pembalap tersohor masih punya dan memelihara rasa takut mereka. Rasa takut bagi mereka merupakan penyeimbang dari ambisi untuk menjadi yang tercepat. Karena rasa takut, mereka menerapkan betul teknik-teknik balapan mereka dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Mereka mempersiapkan betul setiap detail yang dibutuhkan agar tidak celaka. Mulai dari pemahaman lintasan, perlengkapan keamanan, dan tim solid yang mendukung dipersiapkan secara serius. Ini tentu sangat berbeda dengan pembalap liar. Mereka tidak mempersiapkan segalanya dengan detail. Bahkan helm saja kadang mereka tidak pakai.

Seorang pebisnis, karena rasa takut yang dia miliki, pasti mempersiapkan segalanya dengan matang sebelum melangkah. Perencanaan bisnis yang matang, tim pendukung yang solid, dan segala detail yang harus dipersiapkan telah dimiliki dengan baik untuk menjadi seorang pemenang. Resiko kegagalan usaha atau kebangkrutan telah diantisipasi dengan baik.

Itulah persamaan pembalap dan pengelola bisnis. Sama-sama berhadapan pada dua kemungkinan, yaitu gagal atau sukses. Sekarang tinggal membedakan saja. Pebisnis yang sukses pasti akan sama dengan pembalap profesional dengan segala persiapan matang. Sedang pebisnis pecundang pasti akan sama dengan pembalap liar yang tidak mempersiapkan segalanya dengan matang. Semoga bermanfaat.

Sukses untuk anda…..

Modal yang dijamin oleh Allah karena Sedekah

Saya baru baca buku karangan Ustad Yusuf Mansyur. Salah satu bab-nya mengisahkan tentang modal kita yang akan dijamin oleh Allah. Dikisahkan dalam buku itu ada seorang pengusaha yang selalu bersedekah sebelum memulai usaha. Memang, umumnya kita bersedekah setelah mendapatkan hasil, tetapi tidak dengan pengusaha itu. Uang yang akan dia pakai untuk memulai usaha dia kurangi untuk dia sedekahkan.

Setiap mendapatkan tambahan modal dari pinjaman bank, biasanya pengusaha itu menyisihkan 2,5% pinjaman itu untuk dia sedekahkan. Tujuannya agar modal yang baru dia dapatkan itu mendapatkan berkah Allah. Dia berkeyakinan modal yang dia dapatkan disertai dengan sedekah dahulu sebelum dipakai, pasti akan dijamin oleh Allah kesuksesannya dikemudian hari. Kenyataannya memang demikian, makanya pengusaha itu selalu sukses menjalankan bisnisnya. Semoga sepenggal kisah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Sukses untuk anda…..

Sylvester Stallone

Sylvester Stallone sangat dikenal di seluruh dunia sejak berperan sebagai tokoh Rocky. Bahkan pada tahun 1976 memenangkan Academy Award dan dinobatkan sebagai film terbaik.

Untuk mewujudkan keinginannya menjadi seorang aktor terkenal, Sylvester Stallone memulainya dengan belajar tentang akting. Ribuan audisi telah dia jalani tetapi belum juga membawa hasil. Dia tidak patah semangat untuk meraih impiannya. Dia tetap berjuang menawarkan cerita yang dia tulis (Rocky) walaupun harus menjual anjing kesayangannya untuk menutupi biaya hidupnya.

Sebenarnya sudah banyak produser yang berminat pada cerita Rocky akan tetapi akhirnya mereka mundur karena syarat yang diajukan Sylvester Stallone. Syaratnya adalah film Rocky harus dibintangi sendiri oleh Sylvester Stallone. Menyadari seorang Sylvester Stallone yang belum terkenal serta gaya ngomong yang agak susah didengar, banyak produser yang meragukan kesuksesan film Rocky seandainya diproduksi nanti.

Berbagai rintangan, kesulitan, dan kesabaran berhasil dia lalui sampai akhirnya semua perjuangannya membuahkan hasil. Ada seorang produser yang mau menerima syarat yang ditawarkan Sylvester Stallone. Akhirnya kesuksesan dapat diraih terus hingga sekarang.

Pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini adalah; perjuangan tiada henti dan pantang menyerah harus kita tanamkan jika kita ingin meraih tujuan. Jika keyakinan akan keberhasilan itu besar, terkadang diperlukan keberanian kita berseberangan dengan keyakinan orang lain yang meragukan. Tetap pantang menyerah dan fokus pada tujuan pasti akan membuahkan hasil pada akhirnya.

Sukses untuk anda…..

Bekerja Keras dan Bekerja Cerdik

Dalam kehidupan bisnis, kita diharuskan bekerja keras untuk mencapai tujuan. Tapi bekerja keras saja tidaklah cukup untuk memperoleh kesuksesan. Bahkan terkadang, hanya dengan mengandalkan bekerja keras saja tanpa menambahnya dengan faktor pendukung yaitu kecerdikan malah akan menimbulkan kegagalan. Kecerdikan yang saya maksud di sini adalah bagaimana dengan tenaga dan biaya yang seminim mungkin tetapi hasil yang didapatkan bisa maksimal. Tidak hanya mengandalkan otot saja tetapi pemikiran yang praktis sangat diperlukan untuk melakukan cara ini.

Saya pernah mendengar cerita dari seorang pengusaha keturunan Cina tentang kisah bekerja cerdik ini. Dia mengungkapkan, saat itu mempunyai produk sebuah lampu berbentuk stik kecil. Dia bertekad harus bisa menjual ribuan produknya tersebut dalam waktu yang sangat singkat dan biaya yang sangat murah. Karena produknya berbentuk lampu menyala dan berukuran kecil serta hanya bisa bertahan dalam beberapa hari saja, dia berkesimpulan produk tersebut akan laku keras jika dijual di acara konser-konser musik atau acara yang dilakukan pada malam hari.

Dengan biaya yang sangat murah dan keuntungan yang tidak besar dalam setiap kali penjualan tidak mungkin dia harus menyewa tempat untuk menjajakan barang dagangannya di area konser. Bisa-bisa biayanya akan impas atau bahkan rugi jika harus menyewa stan. Akhirnya dia memperoleh ide memanfaatkan para pedagang asongan dan anak jalanan untuk menjualkan produknya dengan sistem pemberian komisi prosentase dari setiap produk yang berhasil dijual.

Keuntungan pertama, para penjualnya yaitu pedagang asongan dan anak jalanan tadi tidak perlu membayar tiket saat masuk di area konser. Secara otomatis biaya operasional untuk bisa masuk dan berbaur dengan pengunjung konser adalah nol. Keuntungan kedua, dia tidak usah membayar orang sebagai tenaga pemasaran dan dirinya tidak perlu bersusah-susah menjual sendiri produknya. Akhirnya, hanya dalam waktu beberapa jam saja dia berhasil menjual ribuan produknya dengan biaya operasional yang sangat minim. Semoga kisah ini bermanfaat.

Sukses untuk anda…..

Harland, Sang Penemu Resep Kentucky Fried Chicken

Berkat kepiawaiannya memasak serta bereksperimen dengan berbagai bumbu dan masakah, Harland bisa menghasilkan sebuah makanan yang sangat kezat. Salah satu eksperimen yang sukses yaitu ditemukannya campuran sebelas tanaman bumbu dan rempah-rempah yang terbentuk untuk melapisi ayam gorengnya yang saat ini terkenal sebagai resep rahasia Kentucky Fried Chicken.

Menyadari kelebihan serta keunikan masakannya, Harland beserta istrinya memulai perjalanan berkeliling mengunjungi restoran-restoran untuk menawarkan resep ayam gorengnya. Sudah banyak biaya dan tenaga yang harus dia habiskan untuk menawarkan produknya tersebut tetapi dia tidak berputus asa.

Sudah banyak restoran yang mau membeli hak patennya tetapi Harland belum merasa puas. Harland berserta istrinya terus menawarkan ke beragai penjuru negeri agar hak paten ayam gorengnya semakin terkenal.

Perjuangan itu akhirnya membawa hasil setelah sekitar 8 tahun kemudian sudah sekitar 600 restoran di Amerika Serikat yang menggunakan resep ayam gorengnya. Genap empat tahun kemudian hak paten Kentucky dibeli oleh Pepsi seharga 840 juta dolar Amerika pada tahun 1986. Kini, saya yakin semua orang di seluruh penjuru dunia sudah tidak asing lagi dengan “Kentucky Fried Chicken”.

Pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Harland ini adalah tentang pentingnya hak paten dan kegigihan kita untuk mengenalkan pada konsumen produk yang dihasilkan. Selezat apa pun masakan yang dihasilkan pasti tidak akan banyak diketahui orang jika kita tidak membuat strategi pemasaran yang bagus. Hak paten jelas kita butuhkan agar karya kita atau sesuatu yang kita hasilkan tersebut tidak bisa dicuri atau ditiru orang lain. Jelas ini akan sangat menguntungkan dari segi bisnis dan kekuatan hukum.

Rahasia Sukses Seorang Broker Properti

Besok malam adalah 100 hari meninggalnya tetangga saya. Peringatan 100 hari ini kembali mengingatkan saya akan sepak terjang dia semasa hidupnya. Dia adalah seorang broker properti yang cukup sukses.

Dalam menjalankan bisnisnya dia tidak berada dalam wadah perusahaan, tetapi dia bergerak sendiri. Orang sering menyebutnya makelar tanah/ rumah. Semasa hidupnya dia memanfaatkan rumahnya juga sebagai kantor, karena di depan rumahnya bertuliskan “Bursa Properti” kemudian bagian bawahnya ada tulisan “Jual, Beli, Sewa”. Tapi setelah dia meninggal rupanya tulisan itu dilepas oleh istrinya.

Yang menarik bagi saya, saat dia meninggal tampak para pelayat yang banyak dari golongan menengah atas. Mobil-mobil yang melayat kebanyakan mobil bagus yang notabene dipunyai oleh orang-orang kaya. Waktu itu saya jadi berfikir kok bisa ya, padahal orangnya biasa saja tetapi pergaulannya bisa dengan orang-orang kaya. Padahal dia seorang broker properti biasa, bukan seorang direktur besar. Setelah saya cari informasi ternyata dia sering ikut perkumpulan yang melibatkan orang kaya. Misal dia aktif di klub olah raga yang diikuti oleh rata-rata orang kaya dan beberapa perkumpulan yang melibatkan kalangan menengah atas lainnya.

“Pintar juga orang ini”, guman saya dalam hati. Kenapa? Dengan bisnis dia yang bergerak di bidang broker properti, pasti akan sangat sesuai melakukan promosi pada orang-orang menengah atas. Tahu sendiri khan bagaimana kesukaan orang kaya? Mereka biasanya senang berinvestasi di bidang properti, jadi sangat cocok melakukan pendekatan pada kalangan ini.

Lalu bagaimana melakukan pendekatan dengan orang-orang ini? Dia berusaha menjadi bagian dari kalangannya. Ikut perkumpulan olah raganya, organisasinya, atau apa pun yang membuat dirinya mempunyai ikatan solidaritas dengan kalangan yang dia bidik. Saya pernah membaca buku motivasi yang mengatakan bahwa cenderung orang akan mempercayai orang terdekat atau bagian dari komunitasnya saat membutuhkan sesuatu, termasuk urusan bisnis. Saya yakin, saat anggota komunitas yang diikuti tetangga saya tadi akan mencari rumah, pasti tetangga saya tadi yang akan ditanya. Sebagai seorang broker properti, pasti akan sangat menguntungkan mendapatkan posisi ini.

Itulah sepenggal cerita tetangga saya yang mempunyai trik bagaimana mendekati target pasarnya. Dia mempunyai pergaulan yang sangat luas. Semua kalangan akrab dengan dia, terbukti semasa hidup dia menjabat juga sebagai ketua RT. Semoga bermanfaat dan semoga dia mendapat tempat yang layak di sisiNya. Amin…..

Baca juga: (bagaimana koneksi bisa memperlancar bisnis kita) dan (cara menghadirkan aura sukses untuk bisnis anda)

Sukses untuk anda…..

Berkah Bulan Ramadhan

Sebentar lagi menjelang bulan Ramadhan. Saya ingin membagi pengalaman teman saya saat memanfaatkan bulan Ramadhan tersebut untuk berdoa dengan sungguh-sungguh dan akhirnya doa tersebut terlaksana menjelang akhir bulan Ramadhan.

Alkisah, teman saya adalah sepasang suami-istri yang baru memulai bahtera rumah tangga. Anak adalah keinginan utama bagi setiap manusia yang sudah berumah tangga. Mereka sangat bahagia setelah 8 bulan menikah, sang istri positif mengandung. Semua mereka persiapkan untuk menyambut kelahiran anak mereka. Tapi, saat anak mereka lahir, anak mereka hanya bertahan beberapa hari karena berbagai sakit yang diderita sejak di kandungan. Ada kelainan kandungan yang diderita oleh sang istri. Dengan rasa sedih yang teramat dalam, mereka berusaha tabah untuk menerima cobaan tersebut.

Sepeninggal anak pertama, teman saya ini didera kebingungan. Mereka ingin segera mempunyai anak lagi tetapi takut akan mengalami hal serupa dengan anak pertama. Bisa dibilang, kemungkinan sang bayi nanti akan mengalami hal serupa seperti anak pertama mereka jika sang istri mengandung lagi berpeluang terjadi. Itu menurut berbagai informasi yang mereka dapatkan. Mereka terus didera ketakutan tersebut sampai tak terasa satu tahun berlalu.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk berserah diri pada Allah. Mereka sangat yakin Allah tidak akan memberikan suatu hal yang buruk pada umatnya. Mereka juga berkeyakinan asal kita mau berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh pasti akan dikabulkan. Selama setahun mereka berusaha mendapatkan anak lagi. Tapi selama setahun itu pula sang istri belum juga mengandung.

Menjelang bulan Ramadhan, mereka memutuskan untuk benar-benar memanfaatkannya. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan bulan penuh dengan kebaikan. Mereka yakin, asal mereka berdoa lebih sungguh-sungguh lagi, pasti doa mereka akan terkabul. Saat bulan ramadhan itu, teman saya dan sang istri tidak berhenti semalam pun melakukan sholah tahajud dan sholat hajat. Doa yang mereka panjatkan adalah agar sang istri segera bisa hamil lagi dan anak mereka tidak mengalami hal serupa seperti anak mereka pertama. Akhirnya, menjelang minggu ketiga, sang istri positif mengandung. Sembilan bulan kemudian sang istri bisa melahirkan seorang bayi yang normal dan sehat jasmani rohani. Yang lebih menyenangkan lagi, fisik dan rupa anak tersebut sama persis dengan apa yang mereka bayangkan dan inginkan saat berdoa. Walaupun wajah mereka pas-pasan tetapi anak mereka berwajah tampan dan menarik.

Itulah sepenggal kisah teman dekat saya saat memanfaatkan momentum datangnya bulan Ramadhan. Tidak ada salahnya jika bulan Ramadhan nanti kita manfaatkan juga untuk memohon kesuksesan bisnis dan cita-cita kita. Semoga bermanfaat.

Sukses untuk anda…..

Page 13 of 16« First...1112131415...Last »