Ini pelajaran penting bagi para ibu yang membaca artikel ini. Hendaklah selalu berhati-hati dalam berucap terutama ucapan pada anaknya. Ucapan adalah doa, dan doa seorang ibu bagi anaknya bisa mengalahkan doa seribu ulama sekalipun…!!!
Kisah ini dituturkan oleh klien saya yang mempunyai ibu dengan kebiasaan mengucapkan kata-kata sumpah serapah saat dia masih anak-anak. Sampai sekarang sumpah serapah itu masih terus dia ingat. Mengapa dia bisa terus ingat sumpah serapah itu, bahkan sampai dia sudah punya cucu saat ini? Ini semua karena sumpah serapah almarhumah ibunya puluhan tahun yang lalu benar-benar terbukti padanya dan para saudaranya.
Sebagai anak pertama, klien saya adalah anak yang paling rajin dibandingkan adik-adiknya. Dia selalu membantu ibunya sehingga sang ibu jarang marah padanya. Sebaliknya adik-adiknya tidak serajin sang kakak. Akibatnya sang ibu sering marah pada mereka.
Saat marah, sang ibu sering mengeluarkan kata-kata sumpah serapah kalau besar nanti mereka hanya akan menjadi seorang pembantu dan sulit cari rejeki. Dan sang kakak akan menjadi juru tulis (sebutan pegawai negeri jaman dulu) dan gampang cari rejeki. Tahukah anda? Ternyata ucapan sang ibu terbukti setelah mereka beranjak dewasa.
Sang kakak benar-benar menjadi pegawai negeri dan saudara yang lain menjadi pembantu (TKI). Hidup sang kakak berkecukupan dan sebaliknya hidup saudara yang lain serba kekurangan walaupun gaji mereka cukup besar sebagai TKI.
Dari kisah klien saya, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran, terutama para ibu. Jagalah selalu ucapan anda. Sekali lagi, ucapan adalah doa, dan doa seorang ibu bisa mengalahkan doa 1000 ulama sekalipun. Berilah ucapan yang baik bagi anak-anak anda, karena ucapan atau doa ibu terhadap anaknya mempunyai kekuatan yang besar bagi terkabulnya doa.
Semoga bermanfaat, sukses untuk anda…..
Tags: doa ibu, doa mustajab, kekuatan doa, kekuatan ibu, peran ibu
|
|
18 Responses to “Omelan Ibu yang Menjadi Nyata Bagi Anaknya (Kisah Nyata)”
Leave a Reply
|
|



May 30th, 2010 at 18:40
Mantap Critanya, Lanjutkan Bos
[Reply]
May 30th, 2010 at 21:04
Kalau saya sering dikata2in dan disumpahin semoga punya waralaba alfamart dan indomaret. Semoga ya Pak?. He.he..he….
[Reply]
Eko Yulianto Reply:
May 30th, 2010 at 21:52
:maho :ngakak
[Reply]
May 31st, 2010 at 11:54
Manjur tenan…ada ngak sumpah serapah yg positif ..he..he
[Reply]
rahma Reply:
January 8th, 2011 at 17:29
ada , dulu orangtua asuh ayah saya klo jengkel karena ulah ayah selalu ngomel gini , anak pinter , besok gede jd kyai aja ,,, alhmdlh itu terwujud ,,,
[Reply]
June 1st, 2010 at 05:52
memang pak, ucapan orang tua adalah do’a ^_^
[Reply]
June 14th, 2010 at 23:02
Mantap betul kisah-kisah disini. Mohon izin untuk berbagi Pak Eko ya.
Wassalam,
Mus Aceh.
[Reply]
Eko Yulianto Reply:
June 15th, 2010 at 13:58
Silahkan pak
[Reply]
July 17th, 2010 at 09:11
artikelnya bagus pak, mirip seperti the secret, apa yang dipikirkan terus menerus bisa jadi kenyataan ^^,
[Reply]
August 2nd, 2010 at 16:22
ibu mertua selalu menasehati bahwa seorang ibu klo ngomong /memarahi anak-anaknya harus hati-hati karena omongan seorang ibu ke anak-anaknya seperti sebuah doa dan akan langsung didengar oleh Allah.
[Reply]
August 3rd, 2010 at 12:03
thanks for artikelnya,,,,,,saya akan lebih berhati2 dalam berucap kepada anak saya. Thanks again
[Reply]
August 12th, 2010 at 00:01
klo mertua gimana gan? dia suka marah sambil nyebut2 hartanya dpn saya. misal “rumah gue banyak, tanah gue banyak” padahal ga lagi bahas masalh harta. suka menbanding2kan dengan mantu yg sukses gitu gan.
[Reply]
Eko Yulianto Reply:
August 12th, 2010 at 08:15
Klo mertua gak ngaruh gan
[Reply]
August 19th, 2010 at 11:59
subhanallah….,
[Reply]
August 19th, 2010 at 17:59
karena saya anak perempuan satu2nya,tentu saya lbh sayang sama ibu.walaupun kadang2 ibu tidak sepaham dgn saya,membuat diskusi berdua jd perdebatan seru,dan sering berubah jd pertengkaran (aneh,ya?).kdg2 omelannya sedikit berbau ‘sumpah malinkundang’ untung ga sumpah pocong.hiiiii….tp saya selalu tau Allah Maha Mengetahui bahwa semua ucapan keras saya adalah bentuk rasa sayang saya pada beliau dan Allah tidak akan mengabulkan ucapan ibu yg ‘pikiran pendek’ karena emosi bkn dr hati.tapi yang jelas saya berusaha tidak berbuat hal yg sama pada anak saya kelak.amin
[Reply]
September 12th, 2010 at 17:47
Assalamualaikum wrwb..pada hakekatnya seorang ibu adalah tiket untuk menuju surga karena ridho ALLOH SWT berada pada ridho seorang ibu..sekiranya ALLOH SWT menampakan seorang ibu itu sebuah surga niscaya seluruh anak2nya menjadi anak yang sholeh dan sholehah tapi ALLOH SWT sengaja menampakan salah satu pintu surganya dengan wujud seorang yang tua renta yang menurut kebanyakan anak kita selalu merasa direpotkan,membikin kesal,capek dan segala macam ocehan kita terhadap seorang ibu dan ALLOH membuat semuanya itu sebagai ujian terhadap seluruh anak didunia ini dalam menggapai salah satu pintu surga yang disediakan ALLOH SWT terhadap seorang anak yang patuh,ikhlas dalam melayani dan berusaha membahagiakan ibunya..dan saya pernah membacasebuah hadist yang berbunyi sekiranya seorang anak mempunyai harta 2 buah gunung emas dan dia berikan kedua buah gunung emas itu kepada ibunya sungguh tidak akan terbayar 1 rintihanpun ketika ibunya melahirkannya…mudah2an kita semua dapat menjadi hamba2 ALLOH yang bersyukur dengan berusaha untuk menjadi anak2 yang sholeh dan sholeha bagi kedua orangtua kita amin ya robbal alamin
[Reply]
September 24th, 2010 at 13:39
Ijin share ya…trim’s
[Reply]
May 27th, 2011 at 09:19
kayanya saya ngalami juga tuh. dulu ibu pernah kesel banget marahin saya waktu gak mao belajar persiapan ujian akhir sma. kata ibu: ..”kalo kamu gak mao belajar, kamu bakalan jadi tukang minta-minta ?!!!….iihhh ngeri juga tuh dengernya. walaupun setelah itu ibu nyesel dan menarik kata-katanya, tapi kayanya sekarang kata-kata ibu tuh jadi kenyataan, saya suka diutus kantor ke negara-negara laen utk minta-minta investor asing ke indo, disuruh minta-minta dana ke negara laen buat nambahin anggaran pemerintah, disuruh minta-minta ke negara laen agar warganya mau jadi turis datang ke indo utk ningkatkan income pariwisata…duh nasib deh gue… ampun deh … mohon maap ya bu .. hiks .. hiks… hiks
[Reply]