Pertolongan Allah

Pertolongan Allah

Kisah ini saya dapat saat almarhumah ibu dirawat selama hampir 3 minggu di rumah sakit. Sebuah kisah yang sangat menyentuh hati, tentang perjuangan seorang kuli bangunan yang berjuang demi kesehatan sang istri dan kepasrahan pada sang Illahi. Sayang sekali kisah ini baru saya dengar dari kerabat, setelah ibu saya pindahkan ke rumah sakit lain yang lebih bagus pelayanannya. Jadi saya tidak bisa bertemu langsung dengan bapak kuli yang luar biasa ini.

Kisah ini bermula dari sebuah keluarga yang serba kekurangan yang diberi cobaan sakit yang parah, pada sang istri. Karena rumah sakit di kota keluarga ini tinggal tidak mempunyai peralatan yang memadai untuk pengobatan, akhirnya sang istri harus dirawat di rumah sakit umum kota Malang yang mempunyai peralatan lebih lengkap. Untunglah ada BPJS yang bisa menolong keluarga ini, sehingga tidak usah memikirkan biaya perawatan.

Dari sinilah kecintaan dan perjuangan sang suami benar-benar diuji. Sang suami harus meninggalkan pekerjaannya sebagai kuli bangunan, satu-satunya pekerjaan sumber penghasilan untuk makan sehari-hari. Dengan cinta dan tekad yang kuat akan kesembuhan sang istri, bapak kuli bangunan pun menemani menginap selama beberapa hari, hingga beberapa minggu di rumah sakit.

Tanpa penghasilan, tanpa uang yang cukup, dari mana kuli bangunan ini makan? Dia ternyata makan berbagi dengan sang istri. Dia makan sisa makanan rumah sakit yang tidak dihabiskan oleh istrinya. Dengan pakaian seadanya dan tanpa penghasilan, selama beberapa hari sang kuli bangunan kebingungan. Hingga dia pasrah pada Tuhan, dia yakin Tuhan akan menolongnya karena dia sedang berjuang demi sang istri. Modal dia hanya yakin, yakin, yakin…..Tuhan akan menolong.

Kepasrahan sang kuli bangunan akhirnya terjawab. Suatu malam dia mengobrol dengan seorang satpam rumah sakit, dan satpam rumah sakit menceritakan tentang fee persewaan mobil untuk pasien yang pulang. Sejak saat itu sang kuli bangunan mencari penghasilan dari fee mobil sewa untuk pasien rumah sakit. Dia bisa mendapatkan 25-50 ribu untuk setiap mobil, besar kecilnya tergantung jarak. Uang 25-50 ribu, cukup lumayan untuk tahun 2014 waktu itu.

Dengan uang fee mobil sewa tersebut, sudah terasa cukup walau masih kurang karena tidak tiap hari dia mendapatkan pasien yang akan sewa mobil untuk pulang. Hingga akhirnya ada pengerjaan renovasi di rumah sakit tersebut. Dia akhirnya melamar sebagai kuli, sesuai pekerjaan dan keahlian aslinya. Dia bersyukur karena akhirnya mendapatkan penghasilan tiap hari sebagai kuli, dan mendapat rejeki tambahan dari mobil sewa di rumah sakit.

Saat kisah ini diceritakan, sang kuli sudah 1 bulan lebih berada di rumah sakit. Saya tidak tahu kabar selanjutnya karena kerabat saya, dan saya sendiri sibuk mengurus ibu di rumah sakit yang baru, hingga ibu meninggal dunia. Baru tadi siang saya teringat kisah luar biasa ini dan saya sempatkan untuk menulisnya di blog.

Semoga kisah ini bisa mengingatkan kita akan arti bersyukur. Bersyukur akan kesehatan kita, kesehatan keluarga kita, pekerjaan kita, rejeki kita, dan apapun yang bisa kita nikmati dan kita punya. Tahukah apa modal paling berharga yang dipunya kuli bangunan itu? Jawabnya YAKIN. Dia yakin akan pertolongan Allah, dia yakin Allah pasti memberi jalan bagi kesulitan yang dihadapi. Sehingga Allah benar-benar menjawabnya.

Saat kita YAKIN Allah pasti membantu, memberi jalan, atau memberi kemudahan dalam kesulitan kita dengan keyakinan sepenuhnya, pasti Allah akan membalas keyakinan kita secara nyata. Karena Allah sudah memberi petunjuk; kalau Allah akan sesuai dengan prasangka kita. Semoga bermanfaat, sukses untuk Anda….. 🙂