Strategi Marketing

Strategi Marketing

Bagaimana cara menghipnotis pelanggan dengan kesopanan? Apakah sama seperti yang dilakukan Uya Kuya? Hemmm…nggak dong, bukan seperti itu yang saya maksud. Ini adalah strategi yang sederhana tapi sangat mujarab saat dipraktekkan oleh ujung tombak penjualan.

Sebenarnya artikel ini saya tulis berdasarkan apa yang saya rasakan saat “menjadi korban” hipnotis dengan kesopanan ini. Secara sadar dan suka rela saya mau mengeluarkan uang untuk membeli apa yang mereka tawarkan. Bukan karena mereka cantik, bukan karena barangnya berharga sangat-sangat murah, tapi karena saya menjadi butuh dan ingin segera membeli. Bingung? Baca lanjutannya ya….. 🙂

Berikut ini kisah saya menjadi “korban hipnotis” di sebuah toko HP di kota Malang. Kisah ini terjadi saat bulan Ramadhan sekitar tahun 2008-an. Waktu itu sepulang sholat tarawih saya ingin jalan-jalan cari angin. Dengan memakai pakaian seadanya saya mampir ke sebuah toko HP untuk sekedar lihat-lihat kalau ada produk terbaru.

Saat masuk saya disambut begitu ramah oleh penjaga toko. Sebuah sambutan yang saya rasakan tidak biasa untuk seukuran orang berpakaian sangat sederhana saat itu. Waktu itu saya pakai sandal butut dan pakaian yang sudah kusam, pokoknya tidak seperti orang punya duit deh….. 🙂

Walau saya sudah bilang cuma ingin lihat-lihat dan tidak beli, tapi si penjaga tetap saja melayani saya dengan sangat ramah. Semua pertanyaan dijawab dengan sangat jelas, seakan tidak peduli walau di depan dia adalah seorang yang berpakaian lusuh dan sudah ngomong nggak akan beli….. 🙂

Karena kesopanan penjaga melayani calon pembeli inilah yang akhirnya membuat saya bersimpati. Setelah saya bersimpati, kemudian dengan cekatan penjaga ini memberikan gambaran betapa hebatnya HP yang saya tanyakan, dan memberikan batas waktu untuk mendapatkan Hp itu dengan harga khusus.

Hingga akhirnya tanpa sadar saya harus mengeluarkan kartu debit untuk membayar HP itu. Ternyata yang mengalami hal serupa bukan hanya saya. Seorang ibu-ibu dan seorang lagi bapak-bapak juga langsung membeli barang yang ditawarkan. Dalam sebuah pembicaraan dengan seorang bapak-bapak di toko itu, saya menangkap dia bisa langsung membeli karena pelayanannya yang menyenangkan dan merasa dihargai sehingga bisa timbul simpati.

Dalam perjalanan pulang, saya beryukur dalam hati, karena mendapatkan pelajaran sangat berharga malam itu. Sebuah pelajaran bahwa menghargai dan menghormati dengan sungguh-sungguh calon pelanggan adalah sebuah senjata yang bisa dipakai untuk menghipnotis calon pelanggan untuk mau mengeluarkan uang secara suka rela buat membeli produk kita.

Kesimpulannya, buatlah calon pelanggan simpati terlebih dahulu. Karena saat calon pelanggan sudah bersimpati kepada kita, sudah pasti apapun yang kita tawarkan akan mempunyai peluang besar untuk dibeli. Setelah kemungkinan beli besar, silahkan memberikan sesuatu yang sensasional dengan syarat barang itu harus segera dibeli, kalau bisa saat itu juga.

Itulah yang dilakukan oleh penjaga toko saat itu. Cara-cara ini bisa anda pelajari pada materi hipnoselling, silahkan beli bukunya jika anda ingin belajar lebih lanjut. Semoga kisah ini bermanfaat, sukses untuk anda…..