Ini berdasarkan pengalaman saya. Dulu, dalam mencari partner bisnis ada satu hal yang membuat saya tidak bisa berkembang atau bahkan gagal sama sekali. Penyebabnya karena orang yang saya ajak untuk bekerjasama tidak saya pertimbangkan secara matang. Saya tidak memilih orang-orang terbaik sebagai partner bisnis. Akibatnya usaha yang saya rintis susah untuk berkembang seperti harapan, bahkan gagal total.

Sudah banyak usaha yang saya geluti sejak kuliah hingga saya berkeluarga saat ini, ada yang sukses dan ada pula yang gagal. Prinsip saya, dengan banyaknya bisnis yang saya geluti, saya akan mendapatkan berbagai pengalaman dan lebih banyak rejeki tentunya. Terkadang beberapa bisnis tidak bisa saya pegang sendiri, saya harus mempercayakan pada orang lain yang saya kenal baik. Dengan didasari semangat ibadah dan saling membantu sesama, saya lebih memilih teman-teman atau saudara yang belum mempunyai pekerjaan. Saya hanya memilih mereka yang mempunyai banyak waktu luang sehingga bisa menjadi partner bisnis saya secara penuh, bukan pengalaman atau kemauan mereka untuk maju yang menjadi pilihan utama saya. Inilah poin utama kesalahan saya dahulu.

Partner bisnis bukanlah karyawan, dia lebih dari seorang karyawan karena kelangsungan perusahaan sangat tergantung darinya, itu definisi partner bisnis bagi saya. Jika orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap kelangsungan perusahaan bukanlah orang yang berpengalaman, apalagi kurang punya kemauan untuk belajar dan maju, bangkrutnya usaha hanya tinggal menunggu waktu. Itu yang saya alami terhadap usaha-usaha saya yang gagal beberapa waktu yang lalu.

Jika anda hendak mencari partner bisnis, carilah orang yang terbaik di bidang itu. Carilah partner bisnis yang bisa mengisi kelemahan anda, ini lebih bagus. Beri batasan yang jelas tentang hak dan kewajiban setiap orang. Berilah target yang jelas pada partner bisnis anda dan resiko apa yang anda bebankan padanya jika target itu gagal tercapai. Satu lagi yang patut dicermati, kendali perusahaan yang anda dirikan harus tetap berada pada anda. Semua keputusan dan kebijakan strategis harus dalam kendali anda. Jangan sampai kendali penuh perusahaan ada pada partner bisnis anda. Ingat, untuk bisa menjalankan sebuah kapal dengan baik hanya diperlukan satu orang nahkoda. Semoga bermanfaat.

Sukses untuk anda…..