Saya punya teman, sampai sekarang dia tidak bisa mengendarai sepeda motor. Setelah saya tanya ternyata dia trauma pada sepeda motor. Dulu dia pernah mengalami kecelakaan yang hebat saat dibonceng sepeda motor oleh ayahnya. Akibatnya sejak saat itu dia takut mengendarai sepeda motor. Dia terbelenggu oleh keraguan dan ketakutan yang dia ciptakan sendiri sehingga tidak ada keinginan untuk belajar mengendarai sepeda motor. Kini dia memilih menumpang angkutan saja untuk bepergian.

Kisah teman saya hampir sama dengan sebuah kisah yang saya baca di internet, perbedaanya kisah ini merupakan kisah yang berhasil keluar dari keraguan dan ketakutan. Dikisahkan ada seorang ibu yang hanya berani mengendarai mobil di area perumahan saja. Setiap hari tugasnya hanyalah mengantar dan menjemput anaknya yang sekolah di area perumahan tersebut. Tidak terfikir dalam benak ibu itu untuk mengendarai mobilnya keluar area perumahan karena dia sangat takut dengan keramaian Jakarta.

Suatu hari saat anaknya sakit dan harus masuk rumah sakit dia harus mengantarkan sang anak sendirian karena suaminya tugas keluar kota. Dia paksa dirinya untuk berani mengendarai mobil di keramaian Jakarta. Akibat mau memaksa dirinya untuk keluar dari ketakutan dan keraguan tersebut, sang ibu tadi bisa mengendarai mobil mengantar anaknya ke rumah sakit. Bahkan kini dia berani mengendarai sendiri mobilnya kemana saja termasuk pulang pergi Jakarta-Bandung.

Saudaraku, anda akan bisa kalau berfikir bisa. Anda pasti gagal kalau anda berfikir gagal. Mari buka mata hati kita, masih adakah keraguan dan ketakutan yang selama ini membelenggu kita? Jika masih ada, segera kalahkan. Ingat, peluang muncul tiap hari dan tidak akan terulang lagi. Segeralah bergerak maju meraih segala peluang yang ada. Jika anda masih gamang bergeraklah sedikit demi sedikit, lalu berlarilah sekuat tenaga saat terasa mantap. Sukses anda, ditentukan oleh anda sendiri.

Sukses untuk anda…..