Dulu, sekitar 3 tahun yang lalu, saya punya kenalan seorang preman. Dia adalah seorang pecatan tentara. Karena berbagai kejelekan tindakan yang dilakukan, dia akhirnya dipecat sebagai tentara. Sejak saat itu, hidupnya tidak menentu. Dia bekerja serabutan, apa saja dia lakukan, yang berhubungan dengan dunia kekerasan tentunya. Preman, biasa orang menyebutnya.

Hidayah Allah

Hidayah Allah

Sebelum bertemu dengan beliau, saya sudah sering mendengar sepak terjangnya selama bertahun-tahun lepas dari tentara. Dalam hati, saya berharap semoga tidak sampai mengenalnya. Tapi rupanya takdir berkata lain. Suatu hari kami bertemu, dalam pertemuan tersebut saya menangkap ada sisi baik yang dia miliki. Dia begitu tulus dan total saat membantu kepada orang yang membutuhkan. Hingga akhirnya kamipun akrab dan berteman…..

Sejak kenal dan akhirnya akrab dengan beliau, kesan seram dari cerita yang sering saya dengar sebelumnya, sepertinya terlupakan. Walaupun dia seorang preman, tapi ternyata hatinya begitu mudah tersentuh. Empatinya begitu tinggi pada teman-teman yang dikenalnya. Mungkin karena jiwa korsa tentara yang sudah tertanam pada dirinya ya, mungkin juga. Tapi yang jelas, semenjak kenal dan akrab dengan beliau, dia selalu berusaha membantu sebisa yang dia lakukan agar teman-temannya tidak sampai sedih atau dalam kesulitan. Dan dia akan marah, kalau setelah memberi bantuan pada seorang teman, teman itu memberinya imbalan.

Singkat cerita, karena kasibukan kami masing-masing. Kami tidak bertemu selama lebih 1 tahun lamanya. Alangkah terkejutnya saat saya bertemu saat itu. Penampilannya sudah berubah 180 derajat! Jika dulu dia berpakaian selayaknya seorang preman, tapi saat pertemuan tersebut dia mengenakan baju koko dan bersarung. Dan ada lagi yang begitu tampak menonjol, jidatnya tampak agak kehitaman seperti orang-orang yang sangat rajin sholat. Dalam hati, saya bersyukur bahwa seorang teman akrab yang dulunya preman, tidak pernah sholat, kini berubah sangat religius kehidupannya. Hingga akhirnya karena waktu yang terbatas, kamipun berpisah lagi untuk melanjutkan kesibukan masing-masing.

Setelah itu kami tidak bertemu lagi, hingga akhirnya saya mendapat khabar kalau dia meninggal dalam tidurnya. Tahukah Anda? Dia meninggal 2 minggu setelah hari raya Idul Fitri. Setelah dia melalui berkah bulan Ramadhan yang sangat besar pahala dan keutamaannya. Setelah dia meminta maaf pada semua keluarga dan teman-temannya. Setelah jiwanya bersih karena Ramadhan dan Idul Fitri….

Mengapa hidayah itu bisa datang? Yuk kita kuliti satu persatu

  1. Preman kenalan saya itu sangat menjaga silaturahmi. Walau tempat tinggal kami lain kota, dia selalu mengusahakan untuk main ke rumah teman-temannya, termasuk saya. Kalau tidak bisa main, dia biasanya telepon. Untuk menjaga silaturahmi tetap terjalin katanya waktu itu. Tahukah Anda? Orang yang selalu menjaga tali silaturahmi selain rejekinya akan terus mengalir lebih deras, pasti disayang Allah
  2. Dia selalu berusaha membantu semaksimal yang bisa dia lakukan saat teman atau orang disekitarnya dilanda kesusahan atau kesulitan, tanpa minta imbalan. Tahukah Anda? Kekuatan doa orang yang dalam musibah adalah doa yang langsung didengar Allah. Doa orang dalam musibah adalah doa tanpa penghalang antara orang tersebut dengan Allah. Mungkin saja ada seorang teman, atau banyak teman yang berhasil dia tolong, akhirnya mendoakan kebaikan, akhirnya Allah mengabulkan justru saat menjelang kematian sang preman.

Inilah sepenggal kisah seorang preman kenalan saya, yang akhirnya mendapat hidayah menjelang akhir hayatnya. Pelajaran yang bisa kita petik adalah; marilah selalu kita jalin tali silaturahmi dan selalu menolong orang yang dalam kesusahan. Agar cinta Allah dan keberkahan Allah selalu bersama kita. Sehingga Allah tidak akan rela saat kita jauh dariNya. Semoga bermanfaat, sukses untuk Anda…..:)