Bisnis Meniru

Kemarin adik saya bilang kalau beberapa waktu yang lalu ketemu dengan teman kuliah saya yang sekarang menjadi pegawai negeri di Pemkot salah satu kota di Jawa Timur. Dia sangat kaget karena kehidupan dia kini sudah sangat mapan padahal dia hanya seorang pegawai negeri golongan 3A. Kok bisa ya mas? Emang berapa sih gaji seorang pegawai negeri? Tanya adik saya pada saya. (more…)

Penawaran Ala KFC

Coba anda ingat sewaktu membeli makanan di KFC, pasti anda akan diteter beberapa pertanyaan apakah anda akan membeli makanan lain yang berhubungan dengan makanan yang telah anda beli tersebut. Sebagai contoh, saat anda membeli ayam dan nasi, pasti pelayan KFC akan menanyakan kebutuhan yang berhubungan dengan ayam dan nasi itu. Pelayan pasti akan menawarkan minuman atau makanan kecil lain, atau pelengkap dari jenis makanan yang anda beli. Saya sendiri sering merasakan, secara spontan saya akan mengiyakan apa yang pelayan KFC tawarkan. Karena sebetulnya apa yang mereka tawarkan adalah yang saya butuhkan.

Dalam sebuah buku saya juga pernah membaca kritikan terhadap sebuah rumah makan yang menerapkan cara penawaran ala KFC ini. Dalam buku tersebut menceritakan sampai-sampai penulis tidak sempat berkata-kata karena saking bingungnya dengan penawaran yang bertubi-tubi oleh pelayan rumah makan. Penulis merasa sangat terganggu dengan ulah pelayanan yang selalu menawarkan makanan lain. Malahan penulis merasa jengkel karena dengan terus-menerus menawarkan, menjadikan keasyikan memilih makanan yang dia rasakan jadi hilang. Bayangkan, siapa yang tidak bingung kalau saat memilih makanan yang akan dimakan, kita dikeroyok oleh 3 orang wanita sekaligus yang dengan genit menawarkan ini dan itu tanpa memperhitungkan sesuai apa tidak dengan makanan awal yang dipesan.

Dari dua hal di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa pengetahuan yang detail tentang jenis makanan dan perpaduan yang sesuai antara satu jenis dengan jenis yang lain sangat penting bagi seorang pelayanan. Dengan kemampuan memberikan pilihan terbaik bagi pembeli, pasti pelayanan dipandang bukan sebagai pengganggu saat menawarkan menu pelengkap yang lain. Bahkan pembeli secara tidak sadar akan ikut apa yang ditawarkan dan penjualan akan semakin banyak. Penjualan ala KFC ini juga sukses beberapa kali saya terapkan pada pelanggan komputer saya. Dengan kemampuan memposisikan diri kita sebagai seorang penjual sekaligus sebagai pemberi saran untuk kebaikan pelanggan, pasti keutungan berlipat akan dengan mudah kita raih.

Sukses untuk anda…..

Bekerja Keras dan Bekerja Cerdik

Dalam kehidupan bisnis, kita diharuskan bekerja keras untuk mencapai tujuan. Tapi bekerja keras saja tidaklah cukup untuk memperoleh kesuksesan. Bahkan terkadang, hanya dengan mengandalkan bekerja keras saja tanpa menambahnya dengan faktor pendukung yaitu kecerdikan malah akan menimbulkan kegagalan. Kecerdikan yang saya maksud di sini adalah bagaimana dengan tenaga dan biaya yang seminim mungkin tetapi hasil yang didapatkan bisa maksimal. Tidak hanya mengandalkan otot saja tetapi pemikiran yang praktis sangat diperlukan untuk melakukan cara ini.

Saya pernah mendengar cerita dari seorang pengusaha keturunan Cina tentang kisah bekerja cerdik ini. Dia mengungkapkan, saat itu mempunyai produk sebuah lampu berbentuk stik kecil. Dia bertekad harus bisa menjual ribuan produknya tersebut dalam waktu yang sangat singkat dan biaya yang sangat murah. Karena produknya berbentuk lampu menyala dan berukuran kecil serta hanya bisa bertahan dalam beberapa hari saja, dia berkesimpulan produk tersebut akan laku keras jika dijual di acara konser-konser musik atau acara yang dilakukan pada malam hari.

Dengan biaya yang sangat murah dan keuntungan yang tidak besar dalam setiap kali penjualan tidak mungkin dia harus menyewa tempat untuk menjajakan barang dagangannya di area konser. Bisa-bisa biayanya akan impas atau bahkan rugi jika harus menyewa stan. Akhirnya dia memperoleh ide memanfaatkan para pedagang asongan dan anak jalanan untuk menjualkan produknya dengan sistem pemberian komisi prosentase dari setiap produk yang berhasil dijual.

Keuntungan pertama, para penjualnya yaitu pedagang asongan dan anak jalanan tadi tidak perlu membayar tiket saat masuk di area konser. Secara otomatis biaya operasional untuk bisa masuk dan berbaur dengan pengunjung konser adalah nol. Keuntungan kedua, dia tidak usah membayar orang sebagai tenaga pemasaran dan dirinya tidak perlu bersusah-susah menjual sendiri produknya. Akhirnya, hanya dalam waktu beberapa jam saja dia berhasil menjual ribuan produknya dengan biaya operasional yang sangat minim. Semoga kisah ini bermanfaat.

Sukses untuk anda…..

Rahasia Sukses Seorang Broker Properti

Besok malam adalah 100 hari meninggalnya tetangga saya. Peringatan 100 hari ini kembali mengingatkan saya akan sepak terjang dia semasa hidupnya. Dia adalah seorang broker properti yang cukup sukses.

Dalam menjalankan bisnisnya dia tidak berada dalam wadah perusahaan, tetapi dia bergerak sendiri. Orang sering menyebutnya makelar tanah/ rumah. Semasa hidupnya dia memanfaatkan rumahnya juga sebagai kantor, karena di depan rumahnya bertuliskan “Bursa Properti” kemudian bagian bawahnya ada tulisan “Jual, Beli, Sewa”. Tapi setelah dia meninggal rupanya tulisan itu dilepas oleh istrinya.

Yang menarik bagi saya, saat dia meninggal tampak para pelayat yang banyak dari golongan menengah atas. Mobil-mobil yang melayat kebanyakan mobil bagus yang notabene dipunyai oleh orang-orang kaya. Waktu itu saya jadi berfikir kok bisa ya, padahal orangnya biasa saja tetapi pergaulannya bisa dengan orang-orang kaya. Padahal dia seorang broker properti biasa, bukan seorang direktur besar. Setelah saya cari informasi ternyata dia sering ikut perkumpulan yang melibatkan orang kaya. Misal dia aktif di klub olah raga yang diikuti oleh rata-rata orang kaya dan beberapa perkumpulan yang melibatkan kalangan menengah atas lainnya.

“Pintar juga orang ini”, guman saya dalam hati. Kenapa? Dengan bisnis dia yang bergerak di bidang broker properti, pasti akan sangat sesuai melakukan promosi pada orang-orang menengah atas. Tahu sendiri khan bagaimana kesukaan orang kaya? Mereka biasanya senang berinvestasi di bidang properti, jadi sangat cocok melakukan pendekatan pada kalangan ini.

Lalu bagaimana melakukan pendekatan dengan orang-orang ini? Dia berusaha menjadi bagian dari kalangannya. Ikut perkumpulan olah raganya, organisasinya, atau apa pun yang membuat dirinya mempunyai ikatan solidaritas dengan kalangan yang dia bidik. Saya pernah membaca buku motivasi yang mengatakan bahwa cenderung orang akan mempercayai orang terdekat atau bagian dari komunitasnya saat membutuhkan sesuatu, termasuk urusan bisnis. Saya yakin, saat anggota komunitas yang diikuti tetangga saya tadi akan mencari rumah, pasti tetangga saya tadi yang akan ditanya. Sebagai seorang broker properti, pasti akan sangat menguntungkan mendapatkan posisi ini.

Itulah sepenggal cerita tetangga saya yang mempunyai trik bagaimana mendekati target pasarnya. Dia mempunyai pergaulan yang sangat luas. Semua kalangan akrab dengan dia, terbukti semasa hidup dia menjabat juga sebagai ketua RT. Semoga bermanfaat dan semoga dia mendapat tempat yang layak di sisiNya. Amin…..

Baca juga: (bagaimana koneksi bisa memperlancar bisnis kita) dan (cara menghadirkan aura sukses untuk bisnis anda)

Sukses untuk anda…..

Motivasi Doa

Beberapa hari yang lalu saya membaca buku motivasi doa. Buku itu membahas bagaimana sebuah doa bisa memotivasi diri kita untuk mencapai kesuksesan.

Pertama, kita harus menentukan dengan jelas berapa jumlah dan kapan waktunya keinginan tersebut harus didapatkan.

Kedua, kita harus merasa seakan-akan doa kita sudah terkabul setelah kita berdoa. Jika menginginkan sejumlah uang, buatlah seolah-olah uang itu sudah ada di genggaman anda. Hal ini untuk memberikan kekuatan positif pada fikiran dan semangat juang yang lebih.

Ketiga, jika belum terlaksana juga, kita harus berdoa terus dengan kalimat yang sama persis dengan doa yang kita panjatkan. Dan itu harus terus dilakukan setiap hari. Kata-kata doa harus kita pajang di tembok kamar kita agar setiap hari kita bisa terus melihatnya.

Dengan cara ini, menurut buku tersebut, jiwa dan fikiran kita akan terprogram untuk terus berupaya mengusahakan apa yang kita inginkan. Karena sebenarnya jiwa dan fikiran kita bisa diprogram tergantung bagaimana cara kita melakukannya.

Sebagai contoh kita bisa memprogram diri kita, mari kita lihat seorang pegolf. Untuk bisa memasukkan bola di lubang yang jauh fikiran pegolf pasti akan tertuju dan terfokus pada lubang yang ada di depan mereka. Semua bagian tubuh akan terfokus pada bagaimana bisa memasukkan bola dengan sekali pukulan. Akibatnya dengan segala kekuatan dan kemampuan, segenap jiwa dan raga akan saling mendukung untuk menghasilkan cara bagaimana stik golf bisa menggerakkan bola dengan tepat. Fikiran akan memerintahkan seberapa kuat tangan menghasilkan pukulan, bagaimana posisi kaki, dan mata memandang lebih jeli untuk menghasilkan keinginan tadi.

Intinya, semua berawal dari fikiran. Fikiran kita beri sugesti dan keinginan yang kuat dan terus-menerus pasti akan bisa menghasilkan sebuah kekuatan. Bahkan sebuah kekuatan yang tidak kita sangka-sangka nantinya. Semoga inti buku motivasi doa yang saya sampaikan ini bisa bermanfaat.

Sukses untuk anda…..

Terus Menumbuhkan Semangat dalam Diri

Beberapa bulan yang lalu saya menghadiri seminar nasional yang diadakan oleh perusahaan MLM yang cukup ternama di Indonesia. Kebetulan seorang teman mendapatkan jatah menghadiri gratis dari kantornya dan saya diajak. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan pada pertemuan tersebut. Saya seakan berada di sebuah alam lain yang membuat jiwa saya menggelora.

Ya, saya sebut sebuah alam lain karena setiap orang yang saya temui adalah orang-orang yang mempunyai semangat yang berapi-api. Kebetulan seminar waktu itu adalah seminar yang dihadiri oleh mereka yang sudah mempunyai jenjang tinggi di MLM itu, dan dari seluruh propinsi di Indonesia. Dari semua orang yang saya ajak bicara, kesemuanya mempunyai gaya bicara yang hampir sama. Berapi-api dan penuh semangat. Pandangan mata mereka memancarkan pandangan mata penuh semangat.

Saat berada dalam ruangan, semuanya serba meriah. Musik, gaya bicara MC, penataan ruang dan cahaya menimbulkan semangat yang menggelora bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Setelah acara usai, saya mencoba mengorek keterangan dari beberapa orang yang telah sukses. Jawaban mereka rata-rata terletak pada bagaimana mereka terus menumbuhkan semangat juang dalam diri mereka. Semangat juang itu akan tumbuh dan kembali segar setelah mereka menghadiri pertemuan seperti itu.

Saat menghadiri pertemuan, mereka bertemu dengan sesama pejuang seperti mereka dan terpacu oleh prestasi teman-teman mereka yang lain. Saat itu ibarat pengisian baterai bagi mereka. Untuk pertemuan wilayah setiap 3 bulan dilakukan perusahaan ini. Untuk pertemuan nasional seperti yang saya ikuti tadi dilakukan setiap 6 bulan sekali yang hanya bisa diikuti oleh mereka yang mempunyai jenjang tertentu.

Jika kita ingin menumbuhkan terus semangat seperti pada anggota MLM ini ada baiknya kita berkumpul dengan orang-orang yang sudah sukses pada bidang kita. Baca juga (klik di sini) agar semangat juang kita bisa terus terpompa.

Sukses untuk anda…..

Page 4 of 512345