Keyword 1

Keyword 2

Jun 28

Menjadi makelar atau perantara adalah salah satu bisnis yang tidak memerlukan modal uang. Asal kita bisa menjalin relasi dengan baik, semua pasti bisa berjalan dengan lancar.

Bisnis perantara yang banyak mendatangkan uang adalah menjual barang yang nilainya tinggi. Menjadi perantara bidang properti tentu menjadi pilihan untuk hal ini. Bayangkan saja, untuk komisi anggap saja 2%, kemudian bisa menjualkan rumah senilai 200 juta, kita bisa mendapatkan komisi sebesar 4 juta. Lumayan khan? Kita tidak mengeluarkan modal uang tetapi bisa mendapatkan uang. Istilah kerennya, modal dengkul.

Saya pernah bertemu teman yang berprofesi sebagai seorang broker properti. Saat kami bicara tentang bisnis dia nyeletuk,”Kalau ingin kaya, jadilah makelar properti”. Dalam hati, saya mengiyakan hal itu. Seperti yang saya uraikan di atas, perkataan teman saya tadi memang beralasan. Kalau dalam satu bulan anggap saja bisa menjualkan 2 rumah saja, sudah cukup lumayan tuh untuk biaya hidup.

TapiĀ  bisnis broker atau perantara bidang apa pun, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Memerlukan kemampuan yang bagus untuk bisa menjalin hubungan baik dengan semua orang. Bahkan dengan orang yang baru kenal sekali pun. Tahu sendiri khan bagaimana kesan masyarakat terhadap seorang makelar.

Tapi, bagi yang ingin terjun jadi perantara atau makelar terutama bidang properti, ada baiknya bergabung dulu dengan perusahaan boker properti yang profesional (ERA, RayWhite, dll). Biasanya mereka selalu merekrut marketing baru dengan disertai pembekalan dan pelatihan sebelumnya. Ilmu dan pengetahuan serta pengalaman yang sangat berharga pasti akan bisa kita dapatkan di sini.

Sukses untuk anda…..


Google BookmarksYahoo BookmarksShare/Save

Tags: ,




16 Responses to “Bisnis Menjadi Makelar atau Perantara”

  1. Winda Says:

    Boleh juga dicoba…… siapa tau ada jalan

  2. Heti Says:

    iya juga ya….

  3. john Says:

    Wau Gimana CAranya join with Property gt ? Setau saya pakai biaya 2-3 jt buat trainingan / pendaftaran

  4. eko Says:

    Di Malang sewaktu saya menghadiri seminar gratisnya, cuma dimintai biaya 500rb pak untuk bisa ikut trainingnya ERA dan menjadi marketingnya. Nggak tahu kalau yang lain ya….

    Kalau anda bilang 2-3juta mungkin nggak ya? Nggak tahu sih kalau di kota besar (jakarta).

  5. soni_mey mey Says:

    tambah sedikit bila belum disela….

    percayalah, pertentangan itu banyak sekali datangnya utkmu ….
    karena serba ketidakpastiannya.. serba tidak jelas….dan karuan hidupmu pun menjadi agak sedikit aneh… karena pola dan style yang dilakukan kita para makelar berbeda pada umumnya dibandingkan dengan orang-orang pekerja tetap. sorry mereka berpenghasilan tetap tentu tidak se happy kita…
    hehehe..

    saran gua nihh…..
    setelah adanya proyek yang goal … tabung dan investasikan.
    buat budgeting promisi dan biaya hunting dan segalanyalah….
    lalu buat usaha yang dapat menghasilkan harian…mingguan, bulanan ..tahunannn…

    jadi saat proyek sepi…
    income km sudah ada dan saling menutupi…
    subsidi silanglah…

    tidak bisa semuanya kmu pegang
    kita bukan superman…
    bagilah…pekerjakan orang untuk mengurusi bisnis anda itu…
    dari sanalah anda menjadi besar…

    bisa mengurusi bisnis anda sendiri….
    dan bisnis andapun diurusi oleh orang lainnn..
    menjadi bosss sekarang dari hasil makelarmu….

    soory bahasanya agak awut2an, karena mencoba peruntungan untuk bisa mjd article yang ketiga…..

    semoga berhasil sajaa…..
    soni_karim@yahoo.com

    Jawaban saya:
    Terimakasih banyak atas komentarnya yang panjang….. tapi asyik juga. Salam…..

  6. Frederick C. S Says:

    To Sony : Wah, gw salut bgt liat pola pikir lo…

  7. panjul Says:

    to mas soni : wihhh.. sip mas..

  8. makinuddin Says:

    oke

  9. Hari Says:

    Bagi yang mau jual / beli rumah, tanah, ruko, rumah kos, dll Di Yogyakarta, Dapat Menghubungi saya. ( Hari / DJOKJA PROPERTY )

  10. DadiDivermaster Says:

    Sy setuju dg prinsip kerja makelar, tapi sy tdk setuju makelar dijadikan sebagai expertise selamanya. Seperti yg mas soni bilang di alinea kedua baris kalimat ke 4, “Lalu buat USAHA yang dapat menghasilkan harian, mingguan, bulanan, tahunan. Artinya, jadi pengusaha, maka anda akan lengkap. Pasti anda bilang, “Modalnya? Kan sdh ditabung dari jd makelar. Jgn jadi makelar seumur hidup. Krn menurut sy, setiap profesi apapun itu akan berpengaruh kepada karakter seseorang (atau sebaliknya, karakter yg memilih profesi). Contohnya: polisi, pengacara, jaksa, intel, pengusaha.

    Kebetulan sy penikmat membangun usaha dari Rp. 0/bulan menjadi US$ 12,000/bulan dari usaha diving. Kalau anda ke bali, coba tanyakan dg semua penyedia jasa tourist information di seluruh Kuta, mampir sj ke tour desk mrk dan sebut Bagus Marine (www.bagusmarinedive.com) . Hampir semua pernah mendengar nama itu.

    Perusahaan diving sy no: 1 di Kuta (thus di Bali, krn barometernya adl Kuta) setelah bom bali 2002-2005. Terimakasih kpd Amrozy CS almarhum, krn scr tdk lgs me-“revolusi” struktur kemapanan perusahaan diving yg besar2 saat itu, shg sy mengambil keuntungan dari jatuhnya mrk krn tdk ada tamu yg dtg.

    Sy mulai dari sendirian, jadi marketing ke tourdesk siangnya, malam tunggu tlp, pagi brgkat nyetir dan lgs nyelam sendiri. Dari cuma Rp. 300.000/bulan omset sampai penghasilan sy US$ 12,000,-, tidak semua US$ ada, yen , euro, Aus$.

    Skrg saya lebih banyak di online website, krn pemasaran offline sdh jenuh. Sy tdk berangkat jadi makelar dulu, tapi wiraswasta yg harus menguasai expertise marketing. Sulit tapi bukannya tdk mgkin. Skrg usaha sy berkembang ke bidang property (www.apartemenhotelbandung.blogspot.com) (apartemen, renting house, villa, ruko, developer, perkebunan), pembesaran ikan lele, diving dan yacht charter (www.berlayarpulauseribu.blogspot.com).

    Jangan punya pola pikir (hanya jadi) makelar, tapi jadi pengusaha lengkap yg mempunyai expertise marketing, produksi, keuangan dan SDM. Jangan pernah melemahkan diri dg excuse kata2, tidak ada modal. Investor tdk mencari makelar, investor hanya mencari wiraswastawan (pengusaha) yg tangguh, yg bisa dipercaya, mengembangkan uang dan dpt memberikan keuntungan bagi mrk.

  11. Eko Yulianto Says:

    Pilihan hidup setiap orang jelas berbeda pak, tergantung dimana bumi mereka berpijak serta potensi peluang bisnis yang ada di wilayah masing2.

    Teman saya banyak yang secara full time jadi makelar kok. Makelar profesional tentunya, bahkan seorang teman yang lain melepas semua bisnisnya untuk menekuni bisnis “broker property” ini. Mereka punya kantor, karyawan, serta penghasilan yang tidak main2 di bidang ini.

    Saya sangat setuju dengan kalimat terakhir anda, hendaklah orientasi kita menjadi pengusaha lengkap. Jadi kalo memilih makelar sebagai jalan hidup (karena peluang bisnis paling bagus di wilayah kita adalah makelar), maka jadilah MAKELAR PROFESIONAL….. :)

  12. ardadi widyananda Says:

    Setuju sekali pak Eko, untuk menjadi makelar profesional….. karena profesi ini sebenarnya profesi yang menurut saya paling mudah untuk dilakukan oleh semua orang, asal ada kemauan.

    Jangan salah pak, saya juga punya travel di bali yang notabene murni profesi makelar. Saya (sendirian) hanya modal telpon dan rekanan hotel, rent car, bus (etc produk wisata lainnya) dan kepandaian berbicara via telpon. Saya bisa mendapatkan harga nett (komisi sy 20-30%) dari hotel manapun di Bali dengan hanya sekali menelpon, dan tanpa uang satu sen pun dari kocek saya utk Room Guarantee, yang belum tentu perusahaan travel di jakarta lainnya bisa lakukan. Dan saya bisa mendapatkan room booking disaat hotel2 di Bali sedang fully booked/high season.

    Intinya, jelas2 saya adalah seorang makelar juga, karena saya perantara antara wisatawan dan hotel (produk). Bisnis sy yg satu ini (travel) murni tanpa pegawai, hanya saya sendiri, tapi klien saya salah satunya adalah Tugu Mandiri (asuransi pertamina-anak perusahaan).

    Saya tidak pandai menjelaskan dengan teori karena saya besar di lapangan, sejak umur 27 tahun sdh jadi wiraswastawan dimana teman2 saya bangga menjadi manager di BPPN waktu itu, citibank, Bank Indonesia.

    In conclusion, kalau dia seorang pengusaha sejati, sudah pasti dia juga seorang makelar profesional. Dan seorang makelar sejati mempunyai jiwa kewirausahaan yang kuat tentunya.

  13. Eko Yulianto Says:

    Saya suka ungkapan anda yang ini; “Saya tidak pandai menjelaskan dengan teori karena saya besar di lapangan”. Sebuah ungkapan orang yang tangguh karena….PENGALAMAN :)
    Semoga saya ada project lagi di Bali mas, nanti kita bisa ketemuan untuk bersilaturahmi.
    Semoga tambah sukses bisnisnya. Amiin…..

  14. Yossi Says:

    Artikel yang bagus, nice post! :). Saya sendiri Insy akan membuka usaha trading formal (CV) sendiri bergerak di affiliate (istilah kerennya makelar :D), di bidang properti, seragaman/textile, internet marketing dan hasil bumi. Thanks. Ada yg mau jalin relasi dan kenalan dengan saya add Pin BB saya di 31D07ED9

  15. mifta Says:

    nice post!!

  16. yan pradana Says:

    sekedar berbagi aja yach..
    jadi makelar gak terlepas dari peruntungan.
    baru beberapa hari saja, udah terasa hasilnya, betul kata agan agan kalo kita harus luwes alias friendly niscaya akan ada tambahan rejeki. sekarang saya makin yakin bahwa jadi makelar merupakan alternatif yg tepat buat nambah penghasilan… hehehe

Leave a Reply