Kemarin adik saya bilang kalau beberapa waktu yang lalu ketemu dengan teman kuliah saya yang sekarang menjadi pegawai negeri di Pemkot salah satu kota di Jawa Timur. Dia sangat kaget karena kehidupan dia kini sudah sangat mapan padahal dia hanya seorang pegawai negeri golongan 3A. Kok bisa ya mas? Emang berapa sih gaji seorang pegawai negeri? Tanya adik saya pada saya.

Jika kondisi teman kuliah saya sekaligus sahabat kental saya semasa kuliah dulu seperti itu, saya tidak kaget. Saya tahu betul sepak terjang dia semasa kuliah. Saya juga mengenal betul bagaimana orang tuanya mendidik dia untuk mau bekerja keras sejak dini. Sejak SMA dia sudah diberi modal untuk menjalankan usaha seperti orang tuanya. Sebuah usaha yang sangat gampang dan pasti berhasil jika dilakukan, karena sudah sukses dilakukan orang tuanya. Pendek kata, dia hanya menirukan apa yang dilakukan orang tuanya. Menirukan bagaimana sistem yang diterapkan sehingga kesuksesan pasti dia dapatkan.

Saat masih kuliah, usaha dia dibidang pertanian dan peternakan. Dia hanya menyewa tanah yang bagus untuk ditanami tebu kemudian pengelolaannya diserahkan pada orang kepercayaan orang tuanya. Setelah panen baru dilakukan bagi hasil dengan prosentase tertentu. Untuk peternakan dia membeli sapi dan pemeliharaannya juga diserahkan pada orang kepercayaan orang tuanya yang sudah bertahun-tahun bekerjasama dengan orang tuanya. Setelah sapi melahirkan juga ada bagi hasil yang diterapkan kedua belah pihak. Dengan cara ini dia hanya menunggu saja hasil dari bertani tebu dan beternak sapi tanpa harus mengeluarkan tenaga untuk merawatnya.

Mempunyai orang tua seperti ini memang sangat menguntungkan. Anak-anaknya disuruh melakukan bisnis yang memang sudah terbukti sukses dia lakukan. Anak-anaknya tidak perlu lagi “trial error” dalam menjalankan bisnis karena hanya meniru saja formula yang sudah dia punya. Potensi kegagalan bagi anak-anaknya pasti sangat kecil dengan cara ini. Bisnis pertanian dan peternakan seperti di atas adalah sebagian kecil bisnis orang tuanya. Masih banyak lagi beberapa bisnis besar yang dilakukan, makanya saya tidak heran jika anak-anaknya saat ini kehidupannya mapan semua.

Melihat kisah sahabat saya, dalam menjalankan bisnis memang paling enak kita menirukan apa yang sudah terbukti sukses dilakukan orang lain. Satu hal lagi yang paling penting adalah orang yang mau mengajari kita, karena hanya meniru saja tidaklah cukup. Kita harus bisa mempelajarinya secara detail untuk menghasilkan hasil yang sama dengan yang kita tiru. Semoga bermanfaat.

Sukses untuk anda…..