Syirik atau menyekutukan Allah adalah dosa yg tak terampuni. Tapi ternyata masih banyak yang bermain-main dengan hal ini. Dengan dalih melestarikan kebudayaan nenek moyang, menjunjung tinggi adat istiadat, kita seringkali nekat menabrak rambu murka terbesar Allah SWT.

Syirik adalah sebuah dosa yang berdampak fatal buat kita. Segala amal ibadah mulai sholat, sedekah, dll, akan tertolak kalau kita masih melakukannya. Ingin tahu bagaimana marahnya Allah saat kita menduakanNya? Coba rasakan saat kita dikhianati orang yang sangat kita cintai. Kita pasti cemburu, marah, dan kecewa pada orang yang kita cintai itu. Seperti itulah rasanya.

Allah menanamkan rasa cemburu, marah, dan kecewa pada manusia bukan tanpa alasan. Sebenarnya agar kita juga bisa merasakan cemburunya Allah, marahnya Allah, dan kecewanya Allah saat kita menduakanNya. Saat kita memohon keselamatan, keberkahan, lebih parah lagi menyembah pada ciptaanNya.

Logika diatas saya pegang sampai sekarang. Akibatnya saya sering diomeli oleh para tetua keluarga yang memberi saran ritual saat saya membuka usaha, pindah rumah, dan kelahiran anak-anak. Omelan itu keluar karena saya menolak dengan tegas ritual adat yang disarankan pada momen2 diatas.

Mereka memberi saran sebuah ritual yang harus dilakukan saat momen-momen tadi. Dengan alasan agar diberi keselamatan, kebahagiaan, dan kelancaran dalam hidup. Tapi sayang, tidak jelas siapa yang memberikan keberkahan yang dimaksudkan dalam ritual itu.

Misal; agar usaha saya laris maka saya harus menebar sesuatu didepan toko setiap pagi. Tahukah apa yang ditebar? Air cucian beras saat akan dimasak, biar laris katanya. Berarti kita mengharap kekuatan dari air beras dong agar laris. Saran ini saya tolak karena saya hanya percaya pada kekuatan Allah SWT, bukan pada beras 😀

Saran berikutnya saat pindah rumah, saya disarankan membawa tanah ari-ari anak saya. Biar tidak rewel katanya. Berarti mengharap kekuatan pada tanah ari-ari dong. Trus peran Allah SWT dikemanakan?

Ada lagi saran saat saya memendam ari-ari anak saya. Diharuskan menaruh lampu didekatnya dan dinyalakan selama beberapa hari. Biar kelak fikiran anak selalu bersih, tidak rewel, dan cerdas saat dewasa. Ini juga tidak saya lakukan karena saya hanya berharap pada Allah SWT, bukan pada lampu. Buktinya anak saya sekarang prestasinya juga bagus d sekolah 😀

Setiap kali menerima saran ritual tertentu, saya akan kembalikan pada logika diatas. Tindakan itu menduakan Allah apa tidak ya? Tindakan itu membuat Allah marah nggak ya? Tindakan itu bertentangan dengan ajaran Islam tidak ya?

Jika jawabannya adalah iya, saya akan pilih jalan aman. Tidak akan memakai saran itu. Karena hidup ini cuma sekali, salah langkah didunia yang sementara ini, akan mendatangkan kerugian luar biasa di kehidupan abadi saat di akherat nanti.

Yuk sama-sama jaga diri kita dari murka Allah SWT. Sekecil apapun itu tindakan yang mengarah pada musyrik atau syirik. Ingin kebahagiaan dan ketenangan hidup; ya perbanyak ibadah agar semakin dekat dan disayang Allah. Ingin bisnis lancar, tolak bala, dan mengatasi 1001 masalah; ya atasi dengan sedekah karena dalam Al Qur’an Allah sudah jelas-jelas menjanjikan.

Semoga artikel ini bermanfaat. Semoga kita tidak termasuk kaum muslimin yang tersesat. Semoga keselamatan dunia akherat selalu terlimpah buat kita semua. Amiiin…..