Keyword 1

Keyword 2

Jul 14

Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata sukses? Apa pula yang ada di benak anda ketika mendengar kata gagal? Mendengar kata sukses tentu semua orang akan membayangkan sebuah keberhasilan dan terpenuhinya semua keinginan yang ingin di capai. Mendengar kata gagal, tentu semua orang akan membayangkan sebuah keadaan yang sangat tidak mengenakkan karena tidak terpenuhinya keinginan yang ingin kita capai.

Dalam dunis bisnis, dua kata ini adalah sebuah tujuan dan resiko yang akan selalu kita hadapi. Jika tidak sukses meraih keinginan, pasti kita akan dihadapkan pada sebuah kegagalan.

Sikap terbaik memandang sebuah kesuksesan adalah dengan melihat urutan dan cara bagaimana meraihnya. Kenapa orang bisa sukses? Karena mereka melakukan hal yang benar. Promosi, pengaturan keuangan, tim yang hebat, produk yang bagus adalah sebuah kesatuan yang disebut melakukan hal yang benar.

Begitu pula sikap terbaik memandang sebuah kegagalan dengan melihat urutan yang menyebabkan mereka gagal. Mengapa mereka bisa gagal? Karena mereka melakukan hal yang salah. Promosi yang kurang, pengaturan keuangan yang amburadul, tim yang kacau, produk yang jelek merupakan sebuah kesatuan yang disebut melakukan hal yang salah.

Intinya, jika ingin menjadi orang sukses, kita harus melakukan tindakan yang telah dilakukan orang-orang sukses untuk meraih kesuksesannya. Jika kita menemui kegagalan, haruslah kegagalan itu dijadikan sebagai peringatan dan pelajaran bahwa tindakan yang telah kita lakukan bukanlah tindakan yang benar. Dengan bisa mengambil hikmah dari sebuah kegagalan, niscaya kesuksesan akan segera ada di depan mata.

Sukses untuk anda…..


Google BookmarksYahoo BookmarksShare/Save

Tags: ,


Artikel ini ditulis secara eksklusif oleh Eko Yulianto. Hanya untuk kepentingan NON KOMERSIAL, Anda bebas memakai sebagian atau seluruh isi artikel ini dengan mencantumkan nama Eko Yulianto sebagai penulis dan URL/link asli artikelnya.
Silahkan gunakan PETA SITUS untuk melihat arsip artikel lebih lengkap. Terimakasih.


4 Responses to “Arti Kesuksesan dan Kegagalan”

  1. Rony Says:

    Betul pak kita harus bijaksana melihat sebuah kegagalan agar sebuah kegagalan justru menjadi pendorong kita menjadi lebih baik.

    Sebaliknya kita juga harus bijaksana melihat sebuah kesuksesan… agar kita bisa mempertahankan kesuksesan itu. Lebih baik lagi bisa meningkatkan apa yg tlah kita peroleh.

  2. Rudi Says:

    Ngikut aja pak……

  3. Asrul Harapan Damanik Says:

    Banyak orang mendefinisikan sukses. Wajar saja…karena setiap orang, spt kata Anthony Robbins, bebas “menempatkan arti” utk sebuah terminologi, apalagi yg berhubungan dengan “realita internal” atau bahasa jadoelnya: It’s about somebody’s perception.

    Bagi saya, sukses dapat dikategorikan dalam dua hal:”Outside-In Labeling” dan “Inside-Out Labeling”.

    Label pertama, lebih diberikan oleh orang lain thd siapa kita. Biasanya orang sukses ditandai oleh 3 hal berikut:

    1.Wealth: seberapa makmur kita…bisa dilihat dari rumah/apartemen yg mahal atau mobil yg aduhai bahkan perhiasan yg wow keren..,

    2.Health: seberapa sehat kita…percuma aje punye BMW kalo-maaf-bedil nggak bisa ngedongkrak bagi kaum pria; atau bagi yg wanita punya duit banyak tp makan aje dibatasi. Kesannye idup kagak dinikmati banget yak!

    3.Fame: seberapa tenar kita….lihat saja selebritis kerap disebut org2 sukses yah khan ? Buat org kebanyakan…”ordinary people” kagak usah khawatir deh..yg terpenting seberapa tenar kita dilingkungan terdekat kita dengan kata lain keberadaan kita ditentukan dgn seberapa “bermanfaatnya” kita.Jangan2..ada atau tidak ada kita…kagak ngefek toeh !! Bahasa gaulnya kita kudu “be useful to others.”
    Atau setingkat lebih tinggi: “be useful to the universe”. Dgn kata lain:Menjadi Rahmat bagi Alam Semesta, bukan menjadi manusia perusak.

    Sedangkan “Inside-Out Labeling”, sukses ditentukan oleh “State of Mind”, ditentukan oleh dirinya sendiri.Ini bs dirasakan spt: “Peace of Mind” atau “Feeling Good or Happy”. Perasan nyaman, damai dan tidak gundah alias bahagia.

    Utk urusan “being happy” saya jd ingat Oprah mewawancarai Kiyosaki, ketika jeda iklan, ada seorang pria dg kasarnya berkata ke Kiyosaki: “Ehh…Robert !! Anda kok senantiasa ngajarin banyak orang utk Kaya…kaya….dan kaya melulu sih!! Kagak perlu kayalah…yg penting bahagia !!”. Seketika Oprah marah besar: “Hey man !!…Anda tau arti kemiskinan, ketika lapar tdk bisa makan, dingin tdk bs membayar heater atau cari tempat berteduh, sakit tdk punya biaya utk berobat ! Anda bilang itu cukup bahagia ?!! Sontoloyo !! I would not do that if I could !!” Si Oom Kiyosaki…senyum-senyum aje…nyengir kuda ! Dalem atinye: gw kagak perlu jawab lagi yak.

    So finally, janganlah berkecil hati, kita pd dasarnya pribadi yg sukses dan sudah sukses. Rasanya kita tdk bersyukur, kalo kita menyebut diri belum sukses. Yg ada adalah bagaimana kita senantiasa berihktiar memperlebar kesuksesan tsb, sehingga kesuksesan tdk dirasakan “sendiri” tp bs diberikan kpd orang sekitar yg kita kasihi….semisal memberikan Holidays yg penuh arti, pendidikan yg baik, cinta yg tulus, kesehatan yg prima dst.Bahasa kerennye: “Being a united family”. Keluarga kagak berantakan amburadul coi….Anything that you can name it lah.

    Salam FUNTASTIC !!

    Asrul Harapan Damanik,
    Newcastle upon Tyne, UK.

  4. eko Says:

    @Asrul Harapan Damanik:
    Tulisan yang bagus banget pak….. thx

Leave a Reply