Pahala Hangus

Pahala Hangus

Amal ibadah yang kita lakukan selama ini, entah diterima atau tidak oleh Allah, akan kita ketahui kelak saat hari perhitungan nanti. Pada hari perhitungan nanti, kita seakan menerima raport yang berisi nilai-nilai yang kita kumpulkan selama hidup kita.

Walaupun raport yang berisi laporan nilai ibadah dan dosa tersebut baru kita ketahui di akherat nanti, tapi Allah sudah memberi rambu-rambu tentang besarnya nilai sebuah ibadah. Semisal; saat kita sholat berjamaah pahalanya berlipat 27x, bersedekah pahalanya berlipat 10x-700x-1000x, di bulan Ramadhan pahala amal ibadah berlipat-lipat, dan lain sebagainya.

Selain Allah memberikan petunjuk besarnya pahala yang kita terima, Allah juga memberikan rambu-rambu ibadah yang tidak berpahala, atau hilang pahalanya. Rambu tersebut adalah; ibadah yang dilakukan BUKAN KARENA ALLAH tapi karena selain Allah. Ibadah yang diiringi dengan riya’, sombong, dll.

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang ibadah yang hilang pahalanya, walau terkadang kita menganggapnya berpahala besar, karena secara rambu-rambu Allah memang berpahala besar, tapi kenyataannya pahalanya tidak ada. Berikut ini beberapa contoh ibadah yang hilang pahalanya, agar menjadi pengingat bagi saya dan kita semua;

Beribadah dengan Uang Haram

Tahukah Anda? Saat kita beribadah dengan uang haram, Allah menolak ibadah tersebut. Ibadah kita tidak diterima, dan sudah pasti hilang pahalanya. Malaikat pencatat pahala tidak mencatat apapun di buku amal ibadah kita, walau kita telah beribadah susah payah bahkan puluhan tahun lamanya.

Dengan uang haram (suap, korupsi, menipu, merampok, mencuri, dll) jika dibelikan pakaian, pakaian tersebut dipakai sholat maka sholatnya tertolak. Uang haram masuk tubuh kita, kemudian kita sholat, sholat kita juga tertolak. Uang haram kita sedekahkan, sedekah kita juga tertolak…. Nangis bombai dong saat tahu hal ini di akherat nanti…..

Beribadah dengan Tujuan Selain Allah

Beribadah dengan tujuan selain Allah maksudnya; ibadah yang dilakukan bukan NIAT IKHLAS karena Allah. Ibadah tersebut dilakukan karena ingin pujian, merasa tidak enak pada seseorang, atau karena tuntutan pekerjaan semata. Ibadah tersebut hanyalah sebagai kiasan semata tanpa bertujuan melakukan sebagai amal ibadah agama.

Banyak sekali contoh ibadah tak berpahala yang dilakukan selain Allah ini. Beberapa contohnya adalah; ibadah yang dilakukan karena sungkan atasan atau mertua, ibadah yang dilakukan dengan tujuan untuk menarik simpati karena sedang nyaleg, ibadah yang dilakukan karena tuntutan pekerjaan semata bukan karena Allah, dll. Ibadah seperti ini adalah ibadah yang tak ada nilai pahalanya, buku catatan pahala kita tak bertambah walau kita sudah beribadah dengan susah payah.

Ibadah yang Diselingi Kesombongan

Sombong adalah sifat yang paling dibenci Allah jika melekat pada manusia. Jika kita melakukan ibadah dengan diiringi sifat sombong, maka hancurlah pahala yang seharusnya diterima. Bahkan, ibadah yang diselingi kesombongan akan mendapatkan dosa, walau dilakukan dengan susah payah dan dalam waktu yang lama.

Tahukah Anda tokoh haji Muhidin di sinetron Tukang Bubur Naik Haji? Itulah contoh yang bisa dikaitkan dengan sifat sombong ini. Dia tidak bosan menyebut dan memamerkan pada semua orang bahwa dia adalah seorang “haji 2 kali” sebagai bukti kalau dia paling kaya dan paling terpandang di kampungnya. Selain itu dia juga sering bilang bahwa masjid yang ada di kampungnya adalah milik orang tuanya, agar dipandang terhormat oleh warga. Ini adalah contoh di sinetron, dan sebenarnya tidak sedikit di dunia nyata…..

Ibadah yang Hangus Pahalanya

Jangan dikira amal ibadah yang kita kumpulkan bertahun-tahun tidak bisa hilang. Pahala-pahala tersebut bisa hilang lho, kalau ternoda dengan kesombongan atau riya. Setan sangat lihai mempermainkan hati kita sehingga pahala yang telah kita kumpulkan susah payah dalam waktu yang lama bisa hilang tiada sisa.

Saat ini, dengan semakin akrabnya social media, banyak sekali orang yang mengupload aktifitas kesehariannya. Tak terkecuali aktivitas ibadah yang dilakukan. Saat ini banyak yang sedang ibadah haji, ibadah umroh, bahkan aktivitas sedekah, semua status dan foto-fotonya dipampang di social media. Tujuannya macam-macam; untuk memotivasi teman-temannya, agar tetap eksis, atau bahkan agar dipuji…..

Saya berikan contoh status yang sering beredar di Facebook: Alhamdulillah sudah 2x kami naik haji, bla…bla… Alhamdulillah sudah dapat 2 juz hari ini, bla…bla…., Alhamdulillah sudah bersedekah pagi ini, bla…bla…., Tahun ini berkorban 2 kambing, semoga tahun depan 2 sapi, bla…bla…. 🙂

Dengan tujuan apapun, sekali lagi setan sangat lihai memainkan hati kita. Kita rawan terperosok pada jurang riya. Sebuah tujuan untuk mendapat pujian dan penghormatan semata. Saat riya sudah merasuk dalam hati kita, saat itulah PAHALA IBADAH KITA HANGUS TANPA SISA….. Tak peduli seberapa lama dan seberapa banyak pahala amal ibadah kita…..

Bagaimana saat menerima raport amal kebaikan nanti, kita mengetahui jika ternyata amal ibadah haji, umroh, atau sedekah kita hangus tak bersisa? Sungguh sangat rugi tentunya. Kita hanya bisa menangis…mengangis…dan meratapi kesalahan yang telah kita lakukan selama hidup di dunia. Tidak ada waktu lagi mengulang atau mengembalikan amal ibadah yang telah hilang….hanya neraka yang siap menampung kita…..

Semoga artikel ini bisa menjadi pengingat buat saya, dan kita semua. Bahwa kita harus berhati-hati jangan sampai terperosok pada tindakan yang bisa menghilangkan pahala, atau tindakan yang bisa menimbulkan hangusnya pahala. Semoga kita terlindung dari godaan setan yang bisa memainkan hati kita, yang menyebabkan hilangnya pahala. Amiin…..