Oct 28

Coba sama-sama kita renungkan, apa sih sebenarnya modal terbesar dan terpenting yang harus kita miliki? Jawabnya tentu adalah KESEHATAN. Kala sehat kita bisa melakukan apa pun dengan maksimal. Tapi kala sakit mendera, kita tidak bisa melakukan apa yang kita inginkan. Terkadang untuk bangun saja kita tidak bisa, apalagi bekerja.

Saat urusan bisnis datang bertubi-tubi dan menuntut penyelesaian yang cepat, terkadang KESEHATAN kita acuhkan begitu saja. Kita baru merasakan kesalahan yang kita lakukan setelah kita divonis menderita penyakit yang sudah akut. Coba anda ingat berapa banyak artis dan pebisnis sukses yang sudah merasakan dampaknya akibat mengacuhkan kesehatan demi mengejar kesuksesan dan limpahan harta. Malahan terkadang harta yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun habis begitu saja hanya untuk berobat.

Lewat blog saya ini, saya ingin mengajak pada anda semua marilah kita jaga kesehatan kita mulai sekarang. Ingat…HIDUP ITU HANYA SEMENTARA, MAUKAH HIDUP ANDA YANG SEMENTARA INI TERBELENGGU OLEH DERAAN PENYAKIT YANG MENIMPA ANDA? Tidak khan? Jadi mulai sekarang marilah kita jaga pola kehidupan kita dengan pola kehidupan yang sehat agar jerih payah yang selama ini kita lakukan tidak terbuang percuma untuk mengobati penyakit yang menimpa kita kelak.

Sukses untuk anda…..

Tags:

Oct 27

Coba anda ingat sewaktu membeli makanan di KFC, pasti anda akan diteter beberapa pertanyaan apakah anda akan membeli makanan lain yang berhubungan dengan makanan yang telah anda beli tersebut. Sebagai contoh, saat anda membeli ayam dan nasi, pasti pelayan KFC akan menanyakan kebutuhan yang berhubungan dengan ayam dan nasi itu. Pelayan pasti akan menawarkan minuman atau makanan kecil lain, atau pelengkap dari jenis makanan yang anda beli. Saya sendiri sering merasakan, secara spontan saya akan mengiyakan apa yang pelayan KFC tawarkan. Karena sebetulnya apa yang mereka tawarkan adalah yang saya butuhkan.

Dalam sebuah buku saya juga pernah membaca kritikan terhadap sebuah rumah makan yang menerapkan cara penawaran ala KFC ini. Dalam buku tersebut menceritakan sampai-sampai penulis tidak sempat berkata-kata karena saking bingungnya dengan penawaran yang bertubi-tubi oleh pelayan rumah makan. Penulis merasa sangat terganggu dengan ulah pelayanan yang selalu menawarkan makanan lain. Malahan penulis merasa jengkel karena dengan terus-menerus menawarkan, menjadikan keasyikan memilih makanan yang dia rasakan jadi hilang. Bayangkan, siapa yang tidak bingung kalau saat memilih makanan yang akan dimakan, kita dikeroyok oleh 3 orang wanita sekaligus yang dengan genit menawarkan ini dan itu tanpa memperhitungkan sesuai apa tidak dengan makanan awal yang dipesan.

Dari dua hal di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa pengetahuan yang detail tentang jenis makanan dan perpaduan yang sesuai antara satu jenis dengan jenis yang lain sangat penting bagi seorang pelayanan. Dengan kemampuan memberikan pilihan terbaik bagi pembeli, pasti pelayanan dipandang bukan sebagai pengganggu saat menawarkan menu pelengkap yang lain. Bahkan pembeli secara tidak sadar akan ikut apa yang ditawarkan dan penjualan akan semakin banyak. Penjualan ala KFC ini juga sukses beberapa kali saya terapkan pada pelanggan komputer saya. Dengan kemampuan memposisikan diri kita sebagai seorang penjual sekaligus sebagai pemberi saran untuk kebaikan pelanggan, pasti keutungan berlipat akan dengan mudah kita raih.

Sukses untuk anda…..

Tags:

Oct 14

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri sebuah seminar motivasi. Dalam seminar tersebut salah satunya membahas tentang kekuatan sebuah visualisasi bagi kita. Dalam video yang ditayangkan, tampak seorang pelari yang dipasang alat pendeteksi otot. Setelah itu sang pelari disuruh membayangkan saat dia ada di lintasan, bersiap untuk lari, dan berlari sekuat tenaga untuk menjadi pemenang.

Saat sang pelari memvisualisasikan apa yang diperintahkan, alat pendeteksi jaringan otot yang bekerja menunjukkan semua otot menjadi ikut bergerak seolah-olah terjadi kejadian sesungguhnya dari apa yang dibayangkan sang pelari. Semua otot yang berhubungan dengan bagaimana kaki mendapatkan kekuatan menunjukkan respon. Otot punggung sebagai pemberi kekuatan menegang saat sang pelari membayangkan posisi bersiap. Kemudian otot kaki menunjukkan reaksi yang tak kalah hebatnya saat sang pelari membayangkan dia dalam posisi berlari untuk menjadi nomor satu.

Dari kejadian di atas, bisa kita simpulkan bahwa saat manusia membayangkan sesuatu (memvisualisaikan sesuatu), pasti secara reflek otak akan memerintahkan bagian tubuh yang berhubungan dengan aktifitas itu untuk bereaksi. Otak akan memberikan cara pada bagian tubuh kita mengenai cara untuk mencapai visualisasi itu. Dalam sebuah buku motivasi saya juga pernah membaca hal ini. Hal ini mirip dengan (motivasi doa) atau (kekuatan sebuah buku impian) yang pernah saya tulis. Anda punya keinginan yang belum terwujud? Cobalah cara visualisasi. Bayangkan anda akan meraih apa yang anda inginkan tersebut dengan jelas. Tentukan targetnya kapan hal itu harus terwujud. Misal setahun lagi, atau dua tahun lagi, atau satu bulan lagi terserah anda. Jika visualisasi anda meyakinkan dan penuh kesungguhan, pasti otak akan memberi perintah dengan sendirinya pada bagian tubuh anda untuk mencapai itu. Pertahankan hal itu, terus ikuti kata hati sampai target anda terpenuhi. Banyak yang telah membuktikan hal ini dan meraih kesuksesan dari sini. Saya salah satunya. Semoga bermanfaat.

Sukses untuk anda…..

Tags:

Oct 09

Menjalankan bisnis tidak berbeda jauh dengan saat kita melakukan balap mobil atau motor. Kita harus menjadi yang tercepat agar selalu berada di depan dan akhirnya menjadi pemenang. Dalam bisnis, kita harus selalu terdepan dalam segala hal agar tidak terkalahkan oleh para pesaing. Keberanian dan keahlian harus kita kerahkan semaksimal mungkin untuk menjadi seorang pemenang.

Tahukan anda, sebenarnya seorang pembalap tersohor masih punya dan memelihara rasa takut mereka. Rasa takut bagi mereka merupakan penyeimbang dari ambisi untuk menjadi yang tercepat. Karena rasa takut, mereka menerapkan betul teknik-teknik balapan mereka dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Mereka mempersiapkan betul setiap detail yang dibutuhkan agar tidak celaka. Mulai dari pemahaman lintasan, perlengkapan keamanan, dan tim solid yang mendukung dipersiapkan secara serius. Ini tentu sangat berbeda dengan pembalap liar. Mereka tidak mempersiapkan segalanya dengan detail. Bahkan helm saja kadang mereka tidak pakai.

Seorang pebisnis, karena rasa takut yang dia miliki, pasti mempersiapkan segalanya dengan matang sebelum melangkah. Perencanaan bisnis yang matang, tim pendukung yang solid, dan segala detail yang harus dipersiapkan telah dimiliki dengan baik untuk menjadi seorang pemenang. Resiko kegagalan usaha atau kebangkrutan telah diantisipasi dengan baik.

Itulah persamaan pembalap dan pengelola bisnis. Sama-sama berhadapan pada dua kemungkinan, yaitu gagal atau sukses. Sekarang tinggal membedakan saja. Pebisnis yang sukses pasti akan sama dengan pembalap profesional dengan segala persiapan matang. Sedang pebisnis pecundang pasti akan sama dengan pembalap liar yang tidak mempersiapkan segalanya dengan matang. Semoga bermanfaat.

Sukses untuk anda…..

Tags:

Oct 08

Saya baru baca buku karangan Ustad Yusuf Mansyur. Salah satu bab-nya mengisahkan tentang modal kita yang akan dijamin oleh Allah. Dikisahkan dalam buku itu ada seorang pengusaha yang selalu bersedekah sebelum memulai usaha. Memang, umumnya kita bersedekah setelah mendapatkan hasil, tetapi tidak dengan pengusaha itu. Uang yang akan dia pakai untuk memulai usaha dia kurangi untuk dia sedekahkan.

Setiap mendapatkan tambahan modal dari pinjaman bank, biasanya pengusaha itu menyisihkan 2,5% pinjaman itu untuk dia sedekahkan. Tujuannya agar modal yang baru dia dapatkan itu mendapatkan berkah Allah. Dia berkeyakinan modal yang dia dapatkan disertai dengan sedekah dahulu sebelum dipakai, pasti akan dijamin oleh Allah kesuksesannya dikemudian hari. Kenyataannya memang demikian, makanya pengusaha itu selalu sukses menjalankan bisnisnya. Semoga sepenggal kisah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Sukses untuk anda…..

Tags: